Jual Daster Batik

Jual Daster Batik

Pelajaran dari “Langkah” Seorang Prajurit



Seorang Profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara.

Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setiap kali, ia kembali ke sisi Sang Profesor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?" tanya Sang Profesor.

"Melakukan apa?" tanya Ralph.

"Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?" desak Sang Profesor.

"Oh," kata Ralph, "...saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal."

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

"Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah." katanya.
"Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya."

"Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain."

Akhlak mulia memang mendesirkan nurani. Berbondong-bondongnya orang masuk Islam di zaman Rosulullah, tak lain disebabkan oleh kemuliaan akhlak Rosulullah yang menggetarkan sanubari dan mampu melembutkan seorang yang keras Umar Bin Khattab.

Apalah artinya orang yang mengaku beriman, tetapi tidak mencerminkan akhlak yang baik. Padahal Rosulullah wanti-wanti berpesan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Dalam suatu riwayat dari Jabir, Rasulullah SAW bersabda :

’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu Umar, bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah dan amal apakah yang paling dicintai Allah Swt?”

Rasulullah SAW menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan."

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang  paling dicintai oleh Allah SWT. Aamiin ya Robbal’alamiin.

Tulisan ini juga diposting dalam www.doamu.com  Doamu, media sosial baru buatan orang Indonesia. Yuk berbagi inspirasi yang menentramkan hati

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas masukan dan komentarnya.