Jual Daster Batik

Jual Daster Batik
Tampilkan postingan dengan label bisnisku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnisku. Tampilkan semua postingan

Keseruan Nongkrong Asyik di Waroeng Mee

Alhamdulillahirrobbil'alamiin, acara "Nongkrong Asyik" di Waroeng Mee yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 September 2015, pukul 10:00 - 13:00  di Jalan Blora No. 36 Jakarta Pusat, berjalan sukses dan lancar. 

Hampir 40 blogger dari komunitas BloggerCrony, Kumpulan Emak Blogger dan Indonesia Food Blogger "tumplek" dalam sekejap. Hhehe, nggak mengira juga kalau yang datang melebihi kapasitas. Mohon maaf ya rekan-rekan jika dalam perjamuannya kurang berkenan karena terpana dengan jumlah blogger yang banyak :). Tetapi Insya Allah, manajemen Waroeng Mee akan selalu meningkatkan layanan sepenuh hati..begitu kata Manager Waroeng Mee, Pak Nana.



Terima kasih banyak udah menyempatkan waktu untuk datang ke acara Nongkrong Asyik Waroeng Mee ya. Senangnya, acara ini bisa sekaligus menjadi wisata kuliner keluarga. Karena, beberapa blogger membawa serta anak-anak, suami dan anggota keluarga lainnya. Semoga barokah terlimpah pada  Waroeng Mee dan teman-teman blogger yang udah nyempetin datang, ikutan lomba live Instagram, testimoni di Zomato dan Pergi Kuliner serta berpartisipasi kembali ikutan reviewnya. Lomba-lomba "live" ini berhadiah 6 voucher makan Waroeng Mee senilai @ Rp 200 ribu. Lumayan kalau mau nongkrong ngajak kelurga atau teman-teman. Karena, menu-menunya nggak bikin kening berkerut, berkisar antara 10 ribu - 30 ribu.



Waroeng Mee, semacam tempat nongkrong  ini memang masih unyu-unyu banget didirikan oleh Mas Hendy Setiono dan Mbak Nilam Sari. Baru buka pertengahan tahun 2015. Tetapi, soal jam terbang di dunia bisnis kuliner, pasangan suami istri muda keren ini sudah malang melintang hingga manca negara. Ya, kebab turki Baba Rafi yang dibangunnya sejak 12 tahun lalu telah meroket di 8 negara (diantaranya Malaysia, Filipina, Singapura, dan Belanda) sehingga dinobatkan sebagai waralaba kebab terbesar di dunia, dengan 1200 outlet. Uniknya, justru makanan yang notabene dari Turki ini, disohorkan oleh orang Indonesia. Tetapi meski begitu, soal rasa kebab Turki, hampir 100 persen berlidah Indonesia :).




Soal jatuh-bangun dalam bisnis pasti sudah biasa ya sobs. Justru itulah romantikanya sebagai pebisnis.  Yang terpenting, ketika kita sudah berani mencoba dan memulai, pantang untuk berhenti, begitu kata Mbak Nilam Sari yang bongkar-bongkar rahasia eksis bisnisnya. Makanya, begitu dilihat konsep Waroeng Mee sebagai tempat nongkrong yang kekinian dapat feel-nya, Mbak Nilam berencana akan membuka tempat nongkrong setipe di 10 tempat di Jakarta dan Surabaya. 

Waroeng Mee di BSD Tangerang Selatan sudah dibuka pada pertengahan September ini. Tepatnya di daerah yang berdekatan dengan gedung ICE, Sekolah Prasetya Mulya dan AEON Mall. Konsepnya sama dengan Waroeng Mee di Blora. Untuk Waroeng Mee di tempat lain adaptable. Artinya tak menutup kemungkinan desain dan konsep ruangnya berbeda, disesuaikan  dengan tempat dan segmennya. Setelah ini, Waroeng Mee di Kelapa Gading suap menyusul. Woww....bisa simultan gitu ya.




Intinya membuat sebuah tempat nongkrong yang bikin betah dengan makanannya yang enak dan nge-hits, instagramable baik makanan maupun tempatnya, lokasi strategis dengan pusat keramaian, ada wifi gratis pula. Harganya diusahakan bersahabat. 

Ngomong-ngomong ide membuat Waroeng Mee berkonsep kekinian ini dari hasil stalking loh di instagram. Rupanya, mba Nilam kalau malam-malam hobi liatin instagram orang-orang. Dasar otak bisnis, gaya hidup orang-orang yang di stalking-in Mbak Nilam ini malah dimanfaatkan untuk berbisnis restoran. Hobi yang bermanfaat xixiixi. Daripada stalking-in orang malah jadi nyinyir, bikin kotor hati,  lebih baik dibuat ide bisnis...good idea. 




Selama beberapa jam rekan-rekan blogger mendengarkan kekompakan Mbak Nilam Sari dan Mas Hendy Setiono  menjalankan bisnis kuliner. Usia mereka masih sangat muda. Kelahiran tahun 1983 loh Mas Hendy ini. Tapi debut dan keberaniannya dalam berbisnis harus diacungi jempol. Bayangkan saja mereka memutuskan menikah dan berbisnis di kala usia 19 tahun dengan awalnya berjualan burger. Wahh kalau aku usia segitu kayaknya masih sibuk main heheh. 

Intinya, kalau kata Mas Hendy, kerjakan sesuatu apapun itu dengan passion dan penuh cinta. Tidak harus jadi pengusaha juga untuk berhasil. Jadi karyawan pun bisa sukses, asal dijalankan dengan passion dan penuh tanggung jawab.





Dalam kesempatan tersebut, kami juga menghadirkan Mas Okto Melandana, Emergenetics Business Coach yang juga owner dari Abon Jambrong Unia. Menurut Mas Dana, setiap manusia punya keunikan dan kelebihan masing-masing. Melalui emergenetics, kita akan mengetahui lebih dalam kekuatan alami yang kita miliki dari Tuhan. Apakah kita seorang yang bertipe analitis, konseptual, struktural atau sosial. Dan keempat tipe itu ada di dalam diri kita. Hanya volumenya saja yang berbeda, lebih dominan yang mana. Pengenalan ini sangat berguna ketika kita bekerja dalam tim. Bahkan ketika menjadi leader, kita akan mengetahui seperti apa karakter dari tim yang bekerja sama dengan kita. Dengan mengetahui keunikan dari setiap orang dalam tim kita, maka koordinasi bisa disinergikan, sesuai dengan tipikal cara berfikir,  kompetensi dan kecenderungan sisi personal lainnya. Singkatnya sih, kita jadi bisa memahami orang lain lebih dalam.



Membahas soal emergenetics memang butuh forum dan waktu khusus. Mengingat, pembahasannya akan sangat personalized. Kekompakan Mas Hendy Setiono dan Mbak Nilam Sari, dari sisi Emergenetic telah membuktikan, keduanya telah saling mengenali potensi, karakter serta kekurangannya masing-masing. Dengan begitu delegasi tugas dan tanggung jawab bisa disinergikan. Harus diakui jarang ada couple preineur yang kompak dalam bisnis seperti pasangan ini. Inspiratif. Termasuk saya hhehe, suami bisnis, saya freelancer. Ketika saya ingin membantu mengerjakan pekerjaan bisnis suami, malah nggak boleh. Katanya, nggak tahu bidangnya, nanti malah bikin kacau. Hmmm.. Namun meski begitu, kalau saya meeting dengan klien yang jauh-jauh, suami selalu anter. Kalau butuh modal buat honor penulis, biasanya suami suka nalangin dulu sebelum honor dari klien cair. Wahh kok jadi curhat gini..intermezo dikit hehe.
pemenang live IG, testimoni di zomato dan pergikuliner


Semoga apa yang disampaikan Mas Hendy Setiono dan Mbak Nilam Sari bermanfaat ya dan menginspirasi rekan-rekan blogger untuk lebih berkarya memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar dan negeri ini. Waduhhh...berat bener.

Oya, yang surprise juga nih, Mbak Tanti Amelia yang ngurus-ngurus emak-emak blogger membuatkan gambar spesial untuk Waroeng Mee. Kemahiran Mbak Tanti menggambar memang nggak perlu diragukan lagi ya. Udah pintar menulis dalam tempo cepat, menggambarnya juga "gape" kalau kata Orang Betawi. Rencananya, Mba Nilam ingin memasang gambarnya Mba Tanti ini di Waroeng Mee Kelapa Gading. Wahh senangnya...terima kasih Mbak Tanti ya atas kebaikannya.


Ini dia pemenang kontes review Waroeng Mee, Jalan Blora 


Nah, sampai juga pada kesempatan yang ditunggu-tunggu. Terima kasih  sudah berpartisipasi mengikuti kontes review Waroeng Mee yang bertema Nongkrong Asyik di Waroeng Mee. Dari 39 blogger yang hadir, kami mengumpulkan sebanyak 34 naskah. Bahkan ada beberapa blogger yang sampai mengirimkan 2 naskah. Sekali lagi terima kasih ya atas antusiasnya membuat review. Semoga Allah balas dengan kebaikan yang berlimpah, Aamiin,

Dari 34 naskah, pihak juri Baba Rafi memilih 5 yang terbaik yang akan mendapatkan hadiah voucher makan Waroeng Mee senilai @ Rp 300 ribu, yaitu :

1. Sally Fauzi,

2. Ina Rakhmawati,

3. Myra Anastasia,

4. Anne Adzkia,

5. Kornelius Ginting,


Voucher berlaku hingga 15 Oktober 2015. Untuk teknis penggunaannya bisa langsung menghubungi : Manajer Waroeng Mee, Pak Nana : 0812 2900 1717.

Atas nama penyelenggara acara blogger, saya, Aneesa Nisa, dan Winda Puspita mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah berpartisipasi. Sampai berjumpa pada event berikutnya. 



Asyiknya Bekerja Dari Rumah Sebagai Writerpreneur

Alhamdulillahirobbil'alamiin, nggak habis mulut ini mengucapkan syukur kepada Allah atas profesi yang sedang saya jalani saat ini. Nggak disangka, bakal nyebur beneran menjadi "entrepreneur". Awalnya, jujur karena merasa "kecewa" dengan kantor. Ya...kecewa lantaran merasa sangat memiliki kantor. Padahal respon baliknya jauuhh dari harapan. Nggak mau ngarep juga sih diperhatikan apalagi diapresiasi, yang penting  kantor itu mau maju dan iklimnya kondusif buat sama-sama maju, itu aja udah senang banget. Karena, saya melihat industri yang sedang dikembangkan oleh media, tempat saya bekerja sedang genit-genitnya. Sayang kalau tidak ditangkap kesempatannya untuk mengembangkan bisnis yang lebih bagus lagi.


waktu liputan ke Tanjung Puting

Hhehe..saya kala itu idealis banget. Kerja karena memang suka. Dan, kebetulan, merasa passion betul dengan dunia kerja saya kala itu di media yang membahas tentang pariwisata dan bisnis event. Jadi, hampir tak merasa letih wara-wiri ngantor, liputan di dalam dan luar kota, bahkan luar negeri. Kalau ditanya dimana saya tinggal dan kantor saya berada, welehh..teman-teman yang tahu jadi  cape ngebayanginnya.

Saya tinggal di Cileungsi, tepatnya di Jalan Narogong-pertengahan antara Bantargebang dan Cibubur. Sedangkan kantor di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Kalau ngangkot dan ngebis nggak dianter suami, memakan waktu perjalanan sekitar 3 jam. Jika diantar, naik motor sambil nyelip-nyelip cari celah sampai stasiun Bekasi, lanjut ke stasiun Gondangdia, waktunya lebih cepat, sekitar 2 jam. Tapi, kalau keretanya lagi ngadat, yaaa, jatuhnya sama sih. 



Namanya pewarta, jadwal pergi dan pulang nggak tentu. Kadang, kalau ada liputan pagi, pergi setelah bedug shubuh.  Tidak jarang juga,  siang banget. Yang pasti pulangnya sampai rumah sekitar pukul 12:00 wib.

Jika ada pekerjaan newsletter atau deadline keras, nginep pun dijabanin. Saking senangnya menjalani profesi ini, Alhamdulillah, saya tidak pernah sakit, nggak pernah cuti selama 5 tahun bekerja. Bahkan hamil anak kedua pun tak dirasa. Benar-benar dunia yang membuat saya selalu bersemangat. Apalagi kala itu, saya diamanahi jabatan sebagai redaktur bisnis. Wahh yang ada di kepala adalah bagaimana bisa menghasilkan bisnis untuk kantor saya sebanyak-banyaknya. Motto saya yang membuat saya senang bekerja, cukup sederhana, yaitu bekerja untuk bersyukur pada Tuhan. Alhamdulillah, saya masih memiliki ibu yang baik hati mau menjaga anak saya. 

Letih ? Tidak dipungkiri itu  pasti. Jika letih fisik mendera, obatnya  sangat mudah. Tinggal istirahat, tidur dan makan makanan yang bergizi. Stamina full lagi.  Tetapi kalau sudah sampai letih hati...weihhhh susah obatnya. Apalagi kalau sebab yang membuat letih hati tak pernah berubah dan selalu berulang. Aduhh...nggak kuat juga untuk tidak melambaikan tangan pada kamera. Ya, awal 2013 saya memutuskan risain setelah lima tahun bekerja di kantor itu. Total saya bekerja di kantor selama 10 tahun.




Anak kedua saya yang selama kandungan "besar di jalan" ketika saya risain berusia 2 tahun. Selain lelah hati,  saya juga merasa sangat bersalah pada Ibu yang selalu direpotkan mengasuh anak. Ditambah lagi, perkembangan anak pertama yang menginjak usia 7 tahun makin menuntut perhatian lebih.

Sempat merasa ragu juga memutuskan risain. Pada waktu itu penghasilan suami belum menentu. Maklum sedang belajar bisnis angkutan ekspedisi. Pendapatan masih bergantung orderan. Dengan gaji saya yang tetap, lumayan sih bisa hidup cukup. Sempat maju, mundur, cantik, memutuskan risain. Sampai akhirnya ada suatu peristiwa yang benar-benar bertolak belakang dari prinsip saya di kantor itu, yang akhirnya menjadi alasan terkuat saya harus risain. 

Bismillah, saya tancapkan kuat keinginan di hati, saya bisa lebih baik lagi dengan keluar dari pekerjaan itu. Suami pun merestui dengan sejumlah pertimbangan, yaitu menahan pengeluaran yang tidak penting agar uang belanja bisa cukup. Logikanya, memang tidak cukup ehhehe..

Menjadi Writerpreneur 

Detik-detik menjelang risain memang ada tawaran mengerjakan suatu proyek web content. freelance dari rekan yang bekerja di kantor lama. Saya langsung jajaki proyek itu. Dalam hati, sebisa mungkin saya tidak akan bekerja di kantor, berpisah lagi sepenuh hari dengan buah hati. Awalnya, saya sudah membayangkan, indahnya mengerjakan proyek web content tersebut. Apalagi saya sudah  bertatap muka dengan owner dan merasa sevisi. Nominal yang bakal diperoleh pun Alhamdulillah.

Namun ternyata, itu tidak semudah dibayangkan. Rupanya, banyak kerikil yang merintangi pekerjaan saya dan tim. Ya..biasalah intrik-intrik orang dalam yang merasa "tidak diuntungkan" dengan kehadiran tim saya. Nyaris pekerjaan kami selama berbulan-bulan dan terlihat hasillnya tak terbayar. Kelemahannya waktu itu, kami tidak ada uang muka dan perintah kerja. Jadi hanya instruksi lisan langsung dari owner. Merasa karena sudah owner yang memberi kerjaan, akan mudah. Ternyata, hmm cukup bermain perasaan dalam mengerjakannya.

Sedihhhh sekali. Hampir putus asa. Hhehe...belum pernah mengalami spekulasi bisnis seperti ini. Saya merasa bersalah tidak bisa memberikan imbalan kepada tim. Suami terus memberikan dorongan kesabaran ketika upaya maksimal sudah dilakukan. Susah juga ya bersabar dan ikhlas itu. Sampai pada suatu hari ketika keikhlasan benar-benar ditunaikan, Allah kasih jawabannya. Alhamdulillah, proyek kami dibayar. Orang dalam yang berintrik itu risain, dan ternyata ia salah satu pembuat masalah di kantor itu. 

rapat bersama klien

Dari kantor ini, hikmahnya saya menjalin hubungan lumayan bagus dengan karyawan. Dari mereka, saya dapat beberapa proyek penulisan dan mengelola media sosial. Rekan-rekan kuliah yang tahu saya risain, juga memberikan saya rekomendasi untuk mengerjakan proyek nulis. Kantor lama pun kerap meminta jasa saya mengerjakan proyek-proyek mereka dari Kementerian. Dari klien satu ke klien lainnya, Alhamdulillah bisa beranak. Saya juga mulai membentuk tim-tim kerja yang awalnya saya ambil dari teman-teman wartawan. Belum lama ini, saya mencoba untuk melibatkan blogger.

Wahhh...kalau begini saya menyebut profesi saya adalah "writerpreneur" ya, tepatnya menulis untuk pesanan orang, tanpa nama saya dan melibatkan orang lain dalam tim.. Menulis di blog pun dalam rangka eksis aja biar bisa gaul dengan rekan-rekan blogger dan wahana kegiatan kalau sedang tidak ada proyek atau mengisi kejenuhan (tapi sekarang blog malah suka dipakai untuk review produk klien).

Alhamdulillah, sampai sekarang tak ada bulan yang menganggur. Ada saja klien yang memakai jasa saya. Mereka ada yang beli putus (sekali menulis, nggak lama kemudian dibayar), ada yang long term per tiga bulan, enam bulan setelah proyek selesai dan saat ini saya sedang mengerjakan proyek mengelola content web dan media sosial yang dibayar per bulan dalam tempo lama. 

Alhamdulillah berbagai proyek penulisan tersebut, jujur saya peroleh dari rekomendasi. Ada juga yang dari melihat status facebook yang bernada "jualan" hehe. Tak pernah saya menawarkan diri. Pernah sesekali iseng melamar jadi sosial media specialist karena ingin mengetahui cara kerja dan konsep kerjanya...ehhh ternyata gajinya kecil sekali. Nggak nutup di ongkos. Yo wess..belajar sendiri sajah, learning by doing tapi syukur bisa dibayar. Dan, itu terjadi, benar-benar belajar banget mengelola media sosial sejumlah event dan brand UKM.

Kendala, hambatan sekaligus tantangan

Hmm..kalau membicarakan hasil memang indah ya hehehe. Itu kadang yang suka membuat orang nafsu mau jadi pebisnis. Termasuk saya yang kadang mupeng banget ingin menjadi pebisnis sukses. Melihat keberhasilan mereka memiliki uang tak berseri, bisa jalan-jalan kemanapun, keluarga yang bahagia karena orang tua yang selalu di sisi anak-anak de el el. Sukseskah itu ? secara kasat mata, memang menjadi impian setiap orang. Tapi sudahkah yang menjalaninya merasa sukses ? memang jawabannya relatif. Begitu pun definisi sukses, menurut saya sangat relatif. Tergantung dari bagaimana orang memandang tujuan hidupnya. Aduhhh...kok jadi serius ya ;). 

Hhehe..nyatanya memang serius sih. Kesuksesan itu hanya bisa dirasakan sukses kalau kita sudah memahami tujuan sejatinya hidup itu.Dan, sebelum teman-teman menentukan jalan untuk berbisnis, terlebih dahulu sebaiknya bisa mendefinisikan tentang kesuksesan yang ingin kita raih. Jadi, kita semakin mantap dan segera bisa move on jika terjadi sesuatu dalam perjalanan.

bersama dengan teman-teman pekerja dari rumah

Banyak yang bilang pada saya, "Wahh sekarang Mba Ika enak ya hidupnya. Di rumah saja sudah bisa menghasilkan uang. Nggak perlu ke kantor setiap hari, bisa nemenin anak belajar, membereskan pekerjaan rumah dan mengawasi anak bermain. Tiap minggu bisa jalan-jalan, bisa makan di restoran bersama keluarga, bisa sering silaturahmi ke saudara dan teman-teman. Tetangga pun tidak sedikit yang nggak percaya, kok di rumah bisa ya dapat duit. Jangan-jangan nuyul nih hehehe, aya-aya wae. Ibuku yang suka bawel ke tetangga untuk meyakinkan kalau anaknya kerjanya  ngetik dan internetan. Saya hanya tersenyum saja kalau ibu ngobrol-ngobrol dengan tetangga.

Tetangga memang keponya tinggi.  Saya pun kerap menjelaskan tentang apa yang saya dikerjakan sehingga menghasilkan uang dan mengajak mereka untuk bisa terlibat juga, seperti belajar jadi blogger dan bikin status posting di FB yang bagus.Barangkali saya ada proyek media sosial,  bisa membantu jadi admin, atau mengajari mereka jualan online. Tetapi apa jawaban mereka, "Males, alias udah pusing duluan ngeliat tulisan dan layar komputer. Hehhe..rata-rata tetanggaku memang ibu rumah tangga tidak bekerja. Sekalipun bekerja, itu pun ngereditin barang,  nyaloin rumah kontrakan, atau buka warung. Ada juga yang karyawan pabrik. 

Nah, sekarang soal klien nih. Macam-macam loh tipenya, tuntutan dan ritme pembayarannya. Sebagai penulis bayaran, kita kudu memahami kebutuhan mereka. Dan, itu gampang-gampang susah. Apalagi harus mengetahui  dalam tempo cepat materi obyek yang ditulis. Selain itu, kita juga harus  konsisten dengan jadwal deadline yang telah disepakati. Jangan sekali-sekali mengabaikan deadline dengan alasan bagaiamanapun juga. 

Menjadi pebisnis apapun itu, saya rasakan seperti "menjual diri". Sekali saja  tidak perform, bisa-bisa kita di-black list dan direputasikan buruk. Jangan kira, dunia yang begitu luas ini bisa menjadi begitu sempit ketika dari mulut ke mulut orang menceritakan kita hingga sampai di telinga orang-orang yang ingin memperkerjakan kita. 

Upayakan banget kita bisa diceritakan yang baik-baik. Reputasi sangat penting untuk keberlangsungan bisnis. Ya, seandainya kita salah atau tidak menepati komitmen, secepatnya harus segera minta maaf dan diselesaikan. Jangan lari dari tanggung jawab, apalagi sampai menghilang. Ini yang dinamakan profesionalisme. 

Lantas bagaimana dengan kliennya ? kalau saya ya mikirnya, sebisa mungkin jangan sampai kita yang berbuat kesalahan atau tidak komitmen. Biarlah mereka yang mendahului jika salah. Kita tetap konsisten dengan penawaran dan layanan kita.

Writerpreneur atau bisa juga freelancer menurut saya adalah pebisnis yang kadang harus menghadapi ulah klien yang nakal. Niatnya kita benar-benar ingin membantu mempromosikan bisnis mereka lewat tulisan dengan penawaran relatif murah, malah diperlakukan sebaliknya alias tidak dibayar dengan berbagai alasan. Kalau sudah begitu, saya cuma bisa senyum dan bersabar, sambil nguatin hati untuk ikhlas menerima perlakuan yang tidak baik. Alhamdulillah, dalam tempo tidak lama, Allah kasih ganti yang lebih baik, ini yang selalu saya buktikan. Balasan Allah Maha Cepat kalau kita benar-benar pasrah pada-Nya setelah ikhtiar maksimal saya lakukan. Tetapi, tidak sedikit pula menemukan klien yang baik hati. Indahnya dunia dipertemukan dengan  berbagai klien.

Menghadapi klien, nggak kalah nyeninya ketika mengelola tim loh ternyata. Saya rasakan memang tidak mudah mencari orang yang mau diajak bekerja sesuai komitmen. Ini bukan masalah honor yang kita berikan besar atau kecil, tetapi ini masalah komitmen dan kepercayaan. Katanya ingin mengubah nasib bekerja dari rumah, giliran saya kasih pekerjaan, lalai dan hasilnya tidak sesuai harapan.  Menghadapi hal-hal yang tidak mengenakkan dengan tim, saya berupaya tetap konsisten membayar sesuai kesepakatan dan tentu tidak akan memakainya lagi. 


Belum lagi ketika menemukan partner kerja yang ingin mengambil alih proyek kita. Istilahnya menggunting dalam lipatan. Hmm..ini lagi-lagi butuh sabar tiada batas. Kita yang mengajak dia berpartner untuk diberikan sejumlah proyek, ehhh malah dia juga ingin mengambil proyek kita. Hufff...tapi untunglah Allah terus menolong saya dalam situasi seperti ini. 

Berbisnis itu memang harus memiliki pegangan yang kuat kepada Tuhan. Kalau saya lebih menyukai menyebut bisnis itu adalah seni. Seni "menjual diri", seni mengelola tim, seni menghadapi klien, sampai seni mencari modal untuk membayar tim. Sebagai ibu rumah tangga seperti saya, plus seni lagi, yaitu seni memelihara dan mendidik anak sambil kerja di rumah. Dan, jangan jadi alasan, kita sibuk menunaikan tugas rumah tangga, lantas  lalai terhadap klien. Misal, batal meeting, karena nggak ada yang jagain anak. Kita harus profesional, bahkan bisa lebih unggul dari karyawan kantoran soal manajemen waktu dan perencanaan kerja.

Buku yang berjudul 'Sukses Bekerja dari Rumah" yang ditulis Mbak Brilyantini, bagus banget untuk dibaca. Bersyukur mendapatkan buku ini dari hadiah kuis. Di dalamnya tertulis tentang profesionalisme seseorang yang ingin menekuni pekerjaan dari rumah. Intinya tidak bisa seenaknya.

 "Bekerja dari rumah itu juga ternyata perlu usaha tersendiri. Mungkin dua atau tiga kali lebih keras dibandingkan saat bekerja kantoran,"....Brilyantini.

Membacanya buku ini saya jadi senyum-senyum sendiri.  Mbak Brilyantini benar-benar kasih cermin ke saya,  bagaimana rempongnya jadi ibu rumah tangga sekaligus ngurusin klien. Belum lagi, yang tiba-tiba konsentrasi pecah ketika ada tetangga yang memanggil, tukang sampah, tukang sayur, pak pos dan sebagainya. Hhehe....

Waktu 24 jam berasa ngepas banget. Padahal pekerjaan domestik sudah banyak dibantu oleh ibu saya yang tinggal bersama. Betul kata Mba Brilyantini, "...menjadi pekerja lepas memang tidak punya jam kantor tetap. Hal tersebut membuat kita harus siap bekerja kapan pun dan di mana pun,"





Hehhe..Meili anak pertama saya suka complain juga ketika Mamanya di hari Minggu masih di depan laptop, nggak jalan-jalan. Akhirnya saya bikin kesepakatan, kalau mau jalan-jalan, tolong bantu Mama ya,..jangan berisik dan bolak-balik ke kamar Mama biar pekerjaan Mama cepat selesai. Atau, jangan ribut dengan adiknya Barra" . 

Tidak jarang pula,  jadwal liburannya disesuaikan dengan jam selesai kerjaan. Kalau sore, ya sore harilah keliling-keliling..nggak jauh sih, yang penting bisa keluar rumah menikmati hal-hal di luar rutinitas anak-anak di sekolah. Bisa cuma minum es atau makan tahu gejrot di pinggir jalan dan sebagainya. 




Mbak Brilyantini yang notabene sudah 20 tahun bekerja kantoran ini juga memberikan tips-tips bagaimana kita menjual diri "personal branding" lewat media sosial atau blog, sampai perangkat kerja yang musti kita lengkapi. Untuk melengkapinya bisa sambil jalan, kalau ada honor lebih bisa disisihkan untuk membeli perangkat kerja. Yang nggak kalah penting adalah mengatur keuangan. Maklum, hidup kita tidak dijamin kantor, yang tiap bulan pasti gajian. Apalagi suami juga pebisnis. Ngaturnya memang harus cermat. Jangan lupa juga, alokasikan dana silaturahmi dan sedekah untuk memperlancar rejeki. Karena, hidup ini tidak matematis. Banyak hal ajaib yang tidak bisa dimatematikakan dalam memperoleh rejeki.

Pada halaman pamungkas, Mba Brilyantini menampilkan kisah-kisah inspiratif ibu rumah tangga yang sukses berkarir dari rumah. Benar-benar membuat saya jadi makin bersemangat dan introspeksi diri, kalau saya masih jauh dari harapan ibu yang ideal bekerja dari rumah.

Yuk, kita saling berbagi manfaat !





Pengumuman Kuis Abon Jambrong Unia

Nggak terasa seminggu sudah Blogger Crony silaturahmi ke Dapur Abon Jambrong Unia di jalan Manunggal Jaya, no. 40, Lebak Bulus. Berbagai kontes foto, review termasuk kuis komentar Abon Jambrong ini sejenak meramaikan jagad raya dunia maya. Senang deh kalau produk UKM tumbuh dan berkembang.



Ke depannya, teman-teman juga akan mendapati berbagai kuis berhadiah Abon Jambrong Unia dari rekan-rekan blogger yang kemarin kopdaran di rumah Abon Jambrong. Siap-siap ya bagi yang mau ikutan lagi dan nyicip-nyicip Abon Jambrong Unia, makanan pelengkap segala menu ini. Kalau mau coba jadi reseller, juga bisa. Investasinya cuma Rp 450 ribu, mendapatkan 20 pack produk, mini banner, dan dipromosikan ke jaringan Abon Jambrong Unia diantaranya website, intagram, twiiter, you tube, google+ dan sebagainya.

Owner Abon Jambrong Unia, Mba Nia benar-benar men-support penjualan reseller bisnis makanan ringan. Misal ada konsumen dari Bogor, reseller di Bogor lah  yang akan mendapatkan prioritas pembelian konsumen dari Bogor. Apabila ada beberapa reseller di Bogor, akan dipilih yang terdekat tempatnya dari konsumen. Untuk detilnya, teman-teman bisa kontak langsung ke 081283624325 (telp/sms/wa), dan pin BBM 7D9A0603. 

Insya Allah, peluang bisnis makanan ringan Abon Jambrong Unia bisa menjadi pundi-pundi penghasilan yang lumayan prospektif. Produknya unik, rasa gurih-asinnya sedang, cocok dicampur dengan banyak menu makanan. 

Bagi yang suka travelling, anak kos, pekerja kantoran atau bahkan ibu rumah tangga yang ingin selalu menyediakan makanan pelengkap yang praktis di dapur, Abon Jambrong Unia semoga bisa jadi solusi. Gurihnya bisa jadi pengganti MSG hehehe...karena memang produk ini dibuat tanpa MSG dan pengawet. Asli ikan asin yang diramu bersama cabe, bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah. Nah, bagaimana supaya ikan asin ini, asinnya pas di lidah, Mba Nia Melandana ahlinya.



Wahh, nggak nyadar nulis pembukaannya kebanyakan, jadi hampir lupa mau kasih pengumuman  5 komentator yang terpilih untuk mendapatkan dua pack Abon Jambrong Unia mini dengan varian original dan extra pedas. Ini dia :

1. Rahab Ganendra

" kalo abon dari ikan, rasanya kayaknya gurih2 getu yah (karena faktor ikannya)... mbayangin cocoknya buat makan ama nasi liwet yg hangat2 plus tempe gorang kering :)..."

2. Nani Djabar

"....pasti yummi jika dimakan dg sayur asem dan sambel terasi... :)

3. Leyla Hana

" Abon jambrong enaknya dibuat makan apa saja: bubur, nasi putih, nasi kuning, nasi uduk, hm... apa lagi ya? Soalnya makananku ya itu-itu aja, jadi abon jambrong ini bisa buat tambahan lauk yang enak. Bisa dimakan sebagai cemilan juga deh :D

4.  Susi Susindra

 "Kalo saya sih... Agar rasa abon lebih ngena, enak dimakan bareng nasi ketan atau nasi hangat yg biasa. Pelengkapnya sambel dan tempe goreng. Tempe goreng kan Menu sederhana dan mudah dikombinasi dgn lauk lain. Dan citarasa abon jambrongnya lebih terasa...

5. Kania Ningsih

" Kayanya campur bubur putih juga uennnaaak..

Selamat ya kepada 5 komentator yang terpilih. Bagi yang belum terpilih, jangan khawatir, masih banyak kuis-kuis lanjutan dari para blogger yang berhadiah Abon Jambrong Unia, atau teman-teman bisa ikutan kuisnya melalui fanpage Abon Jambrong Unia 

Untuk teman-teman yang terpilih, mohon kirim alamat lengkap via imel ke kartinaika@gmail.com. Hadiah akan dikirim maksimal 2 minggu setelah data lengkap dikirim. 

Terima kasih ya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi.


Mas Dana dan Mba Nia, owner Abon Jambrong Unia. Foto : Ayah Dian Kelana



Liputan Blogger ke Rumah Abon Jambrong Unia

Alhamdulillah, event pertama saya menghandel acara blogger bersilaturahmi ke  Abon Jambrong Unia berjalan dengan lancar. Terkumpul 12 blogger dari komunitas BloggerCrony yang dengan motivasi tinggi  datang ke acara Bloggerhangout peluang usaha rumahan Abon Jambrong Unia. 

Gaya lesehan blogger serius nyimak sharing bisnis dari Mba Nia


Padahal cuaca sedang tidak mendukung banget. Hujan deras,  banjir di sejumlah titik. Sempat rada pesimis di jalan. Apakah para blogger bisa datang. Ahh..perasaan cemas acara nggak berhasil, langsung buru-buru saya hempaskan. Berfikir positif. Segala sesuatunya sesungguhnya Allah yang Maha Menggerakkan. Bismillah. Sebagai manusia hanya bisa ikhtiar maksimal..bisikku dalam hati, sambil melindungi tas dari air hujan yang  menetes cukup deras di samping bangku dalam bis. Aduhh ini bis, nggak layak masih beroperasi. Saya juga lupa bawa payung. Hmm...gimana mau turunnya nih. Rusuh deh.



Timeline komunitas BloggerCrony saya pantau terus. Alhamdulillah, beberapa blogger sudah sampai di sekitar lokasi rumah Abon Jambrong Unia, di Jalan Manunggal Jaya No. 40, Lebak Bulus. Salutt banget buat mentalitas para blogger yang tak gentar dengan hujan deras. Jadi menyemangati diri. 


Udah sempat koordinasi dengan blogger Mba Widya Sartika Amrin  naik taksi bareng di RS Fatmawati. Tapi apa mau dikata, bisnya nggak sempat nurunin di depan RS. Jadilah langsung ke Terminal Lebak Bulus. Dari situ, saya  sempat koordinasi di BloggerCrony, barangkali ada rekan-rekan blogger yang mau barengan, tapi sepertinya tidak ada respon, akhirnya saya memutuskan naik taksi sendiri.

Lokasi rumah Abon Jambrong Unia berdekatan dengan Kelurahan Lebak Bulus. Pernah ke sana sekali, tapi dasar, cepat lupa. Jadi celingak-celinguk nyariin rumahnya yang memang nomornya ngacak. Alhamdulillah, melihat Ayah Dian Kelana, lagi nunggu hujan di warung kopi. Langsung saja saya panggil. Hehhe Si Ayah bingung kali ya, secara saya kurang gaul di dunia perbloggeran. Berlagak sok kenal sok dekat, saya ajak naik taksi bareng. Bolak-balik, nggak nemu, nelpon juga deh ke Mba Nia, owner Abon Jambrong Unia. 




Mba Nia dan suaminya Mas Dana, lumayan rada tegang juga. Heheh, maklum ini acara pertama undang blogger. Saya juga dah kikuk dari awal pergi. Deg-degan, ada perasaan takut mengecewakan baik dari sisi Abon Jambrongnya maupun teman-teman blogger. Apalagi ada kesalahan terminologi dalam tema obrolan buat Mas Dana. Waduuhh jadi bikin pusing Mas Dana.

Alhamdulillah, satu-satu blogger berdatangan. Ada Mas Agung Han, Mas Tigor dan anaknya. Ngobrol santai dengan Mas Dana, tak terasa mengisi waktu yang bermanfaat. Sampai terkumpul sekitar 10 orang. Ada Mba Maya Siswadi, Mba Erna, Mba Azzurah Li, Mba Ini Nisa, Mba Widya, dan tentu saja Mba Aneesa Nisa sebagai pendiri BloggerCrony. Acara rada terlambat dari jam 10 dijadwalkan, menjadi jam 11:00 Wib.


Eksis dikit ah nanya2 ke Mba Nia. Foto : Widya Sartika Amrin

Konsep acara sengaja dibuat santai, akrab berasa di rumah, jadi tidak ada jarak diantara kita. Acaranya juga mengalir. Intinya silaturahmi dan sharing bisnis makanan ringan. Terutama tentang mentalitas membangun usaha. Bahwasanya tidak ada yang tidak mungkin terlaksana, selama ada usaha maksimal, doa, dan terus penuh keyakinan akan berhasil, maka jalan menjadi mudah. 

Mas Dana, pebisnis dan analis keuangan, berbagi tentang lika-liku membangun bisnis dan dalam pekerjaannya. Dia pernah jatuh berkali-kali, hingga akhirnya ia menemukan hakikat hidup yang sebenarnya, yaitu hidup penuh berkah dengan banyak berbagi manfaat. Itu sih..yang selama ini saya rasakan banget sejak dipercaya membantu sosial media Abon Jambrog Unia.  Senangnya dapat bos kayak gini. Ilmunya banyak ;).


Tak lama kami berbincang santai, ehh datanglah Mba Elisa Koraag (Mba Echa). Senang sekali didatangi blogger selebritis. Tongsisnya itu loh..ampuun deh bikin semangat narsis dan gembira hehe. Apalagi Mbak Echa juga seru, dan emang emak-emak blogger banget yang suka ingetin hal-hal yang perlu dikuasai para blogger. Secara gitu loh, pengalaman dan umur Mba Echa matang banget dibanding kita-kita yang masih muda. Wejangan Ayah Dian juga kena banget.

Ketika tongsis Mba Echa mulai bekerja. Foto : Elisa Koraag

Dari sini aku jadi mengenal Mbak Maya Siswadi, yang menguasai ilmu psikologi, Mbak Erna yang pengusaha kue talam. Mas Agung juga loh, pengusaha sosis Bulaf. Mas Tigor yang sepenuh hati aktif di gereja. Mbak Widya, seorang fotorgrafer handal dan kreatif. Sama dengan Ayah Dian, fotografer dan penulis buku, orang Minang. Mbak Azzurah Li dan Mbak Ini Nisa, aduhhh belum sempat mengenali lebih dekat. Tapi yang pasti mereka rajin banget, selalu eksis di acara blogger dan lomba-lomba. Ahh lagi-lagi blogger itu inspiratif. Kalo Aneesa Nisa, ehhehe ini mah jadi ingat waktu masih muda dulu, dia seorang pembelajar yang bagus.

Mba Widta (berkemeja hitam) berasa jad wartawan lagi saat tanya2 ke Mba Nia


Rekan-rekan blogger mendengar historis Abon Jambrong Unia dari Mbak Nia. Rupanya nih,  Abon Jambrong yang notabene merupakan makanan pelengkap terbuat dari ikan asin Jambrong, lahir dari kontemplasi seorang Okto Melanda, nama lengkap dari Mas Dana. Di tengah "jatuhnya" dia dalam berbisnis, Tuhan membisikkannya sesuatu lewat salat malamnya di bulan ramadhan yaitu berbisnis Abon Jambrong.  

Olahan Ikan Jambrong sebenarnya bukan makanan asing bagi keluarga Mas Dana. Ia kerap diberikan olahan ikan asal perairan Tanah Beji, Depok ini dari karib dekatnya yang sekarang sudah almarhum. Ada kerinduan ketika ingin menikmati ikan ini. Sampai kemudian, timbul ide kuat dari Tuhan, ia harus berbisnis ini. Tapi bukan dia yang handel, melainkan istri tercintanya Mba Nia Melandana. 



Mulai ramadhan tahun 2014, Mbak Nia mengelola bisnis ini. Mas Dana sudah berancang-ancang, kalau tiga bulan tidak ada tanda-tanda kemajuan, ya sudah, tidak diteruskan. Tapi rupanya, Tuhan merestui, jalan menuju keberlangsungan bisnis Abon Jambrong pelan-pelan mulai tersibak. Meski belum sepenuhnya untung, tetapi lubang-lubang rezeki seolah terbuka untuk menjalankan bisnis ini sampai sekarang. Banyak pembeli yang repeater, reseller jumlahnya bertambah, dan dukungan dari orang-orang terdekat untuk membangun usaha ini, terutama peningkatan kualitas produk dan kemasan. Optimis terus. 

Promosi dan pemasaran dilakukan dari segala lini : sosial media, reseller, kolega, direct selling di berbagai acara dan sebagainya. Berbagai kuis berbagi abon jambrong tiap minggu selalu digelar di fanpage Abon Jambrong Original Unia.
Alhamdulillah responnya bagus. Banyak orang yang suka dan yang memesan.

Salah satu kuis yang pernah digelar Abon Jambrong Unia

Hingga kami coba untuk menggandeng para blogger untuk membangun semangat wirausaha dari menulis. Kunci dari bisnis itu sesungguhnya bukan banyak modal, tetapi bagaimana bisa membangun silaturahmi yang sinergis. Allah sudah bilang, silaturahmi membuka pintu-pintu rezeki. Ini selalu coba kami lakukan. 

Rekan-rekan BloggerCrony melihat bagaimana proses pengemasan abon jambrong. Masih relatif sederhana memang. Namun begitu, pelayanan dan kualitas produk terus  menjadi perbaikan yang tak henti dilakukan Mbak Nia dan Mas Dana. Mereka berupaya tetap menahan harga jual di tengah gejolak kenaikan harga bahan-bahan pembuatan yang fluktuatif. Inilah bisnis, harus pandai mengatur dan menyiasati keadaan ekonomi yang tidak menentu. 





Selama acara, kami menggelar kompetisi foto keseruan acara yang diposting ke media sosial blogger di facebook. Selain itu, seusai acara, kami juga melanjutkan kontes foto dan best review. Hadiahnya, mulai dari bingkisan, paket abon jambrong selama 6 bulan sampai menjadi reseller dengan fasilitas banner dan produknya. 

Pemenang kontes foto Abon Jambrong Unia. Foto : Widya Sartika Amrin

Ketentuan kompetisi Best Review ( khusus untuk yang datang di #bloggerhangout) :




1. Tema review : Peluang Bisnis Makanan Ringan, Abon Jambrong Unia

2. Panjang tulisan minimal 500 kata

3. Wajib menampilkan dalam tulisan kata kunci yang dilink-kan ke website : www.abonjambrong.com, yaitu  untuk kata kunci : Abon Jambrong Unia, oleh-oleh Jakarta, peluang usaha reseller makanan ringan, peluang usaha rumahan dengan modal kecil.

4. Like fanpage Abon Jambrong Origina Unia, instagram : abonjambrongunia, dan twitter @abon_jambrong.

6. Postingan dishare ke media sosial : FB, Google Plus, dan twitter. Dengan hastag : #abonjambrongunia

7. Naskah yang diposting, dikirim ke : kartinaika@gmail.com,  DL : 10 April 2015, pukul : 12:00 siang. Pengumuman : 15 April 2015, pukul 14:00 di fanpage Abon Jambrong Original Unia

Desain display ini dirancang oleh Ayah Dian Kelana


Hadiah best review

Juara 1 : paket reseller (10 abon jambrong dan mini banner) + paket abon jambrong (dua varian besar) selama 6 bulan.

Juara 2 : paket abon jambrong (dua varian besar) selama 6 bln

Juara 3 : paket abon jambrong (dua varian besar) selama 3 bulan

Harapan 1, 2,  3, 4, dan 5. Pulsa @Rp 20 ribu

Selamat berkompetisi ya rekan2 blogger ! 



Kuis Buat Pemberi Komentar

Bagi sobat yang belum berkesempatan hadir di acara #bloggerhangout Abon Jambrong Unia, kami akan memberikan 5 pack Abon Jambrong mini dua varian rasa : original dan extra pedas. Caranya ? gampang banget, cuma komen di sini aja, kalau kamu dikasih Abon Jambrong Unia, kira-kira mau dicampur dengan menu makanan apa ?

Saya akan pilih 5 orang yang beruntung. Ditunggu komentarnya sampai tanggal 1 April 2015 pukul 12:00 Wib. Pengumumannya, tanggal 3 April di blog saya dan fanpage Abon Jambrong Unia . Yuks bagi yang ingin mo cicipin Abon Jambrong Unia, ditunggu komennya ya !



Baca juga tulisan ini ya, buat nambah-nambah informasi :)

Abon Jambrong Unia, Peluang Bisnis Makanan Ringan yang Prospektif