Jual Daster Batik

Jual Daster Batik

Kelas Premium Ekonomi Singapore Airlines Bikin Asyik Terbangmu

Woww..Singapore Airlines (SIA) buka kabin kelas premium ekonomi  (premum economy class). Keren bener. Waktu itu saya baca dari Kompas com  awal Agustus lalu. Langsung kebayang, ini mah berasa kelas bisnis hehhe.  


kelas ekonomi premium Singapore Airlines


Sebagai maskapai penerbangan yang rajin dapat penghargaan level dunia, Singapore Airlines memang patut diacungi jempol. Inovasinya itu loh untuk senantiasa memberikan yang terbaik kepada pelanggannya, merespon pasar dan menciptakan peluang, nggak pernah habis berhenti. Memang ya, kalau ingin menyenangkan orang dan berbuat terbaik untuk pelanggan, energi kreatif dan inovasi terus mengalir. Ya..nggak heran juga Singapore Airlines selalu di hati pelanggannya. 

Flighstats.com pernah menobatkan Singapore Airlines sebagai maskapai terbaik di dunia. Mengalahkan Qatar Airways dan All Nippon Airways (ANA) dari Jepang. Juni 2015 lalu, perusahaan konsultan riset penerbangan asal Inggris, Skytrax, yang tiap tahunnya menggelar World Airline Awards, juga menganugerahkan perusahaan nasional penerbangan Singapura ini sebagai perusahaan penerbangan terbaik kedua di dunia untuk kelas bisnisnya. Dan, bukan hanya itu, Singapore Airlines pun masuk tiga besar dalam sejumlah kategori seperti layanan hiburan selama penerbangan, maskapai terbaik secara keseluruhan, kelas ekonomi terbaik di dunia dan kabin terbaik juga. Ngarep bener maskapai kita Garuda Indonesia bisa meniru kesuksesan Singapore Airlines :).


kelas ekonomi premium SIngapore Airlines


Kekuatan riset mendalam menjadi kunci kesuksesan SIA. Jadi nggak ngasal atau sekedar ikut-ikutan untuk mengeluarkan sesuatu yang baru. Seperti untuk kelas ekonomi premium ini, menurut Mbak Glory Henriette, Manajer Public Relation Singapore Airlines, SIA melakukan penelitian hampir 2 tahun loh, termasuk melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan pelanggan dan sejumlah mitra terkait. 

Mendengarkan suara konsumen adalah yang utama dilakukan oleh Singapore Airlines. Tentang ini CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong mengungkapkan, "Banyak saran dari para pelanggan kami yang telah disesuaikan sebagai bahan pengembangan produk baru, dan kami percaya hal ini akan disambut dengan baik oleh para wisatawan yang mencari fitur kabin yang lebih baik – dalam desain bangku, penawaran-penawaran dalam kabin dan hak ekslusif – seluruhnya telah dicakup dalam pelayanan yang istimewa,"



Sesi foto bersama didampingi Singapore Girl; (Ki-ka) Mr. Philip Goh dan Istri, HE Anil Kumar Nayar dan Istri, HE Tan Hung Seng (Permanent Representative of The Republic of Singapore to ASEAN), Mr. Peh Ke-Wei (Vice President, Passenger Development, Changi Airport Group), Ibu Mira Wibowo (Head of Marketing Consumer Card BCA), dan Mr. Vinod Kannan (General Manager Indonesia, Singapore Airlines


Untuk konseptualisasinya, Singapore Airlines bekerja sama dengan produsen bangku ZIM Flugsitz (untuk armada A380 dan 777-300ER) dan Zodiac Seats US (untuk armada A350) serta perusahaan peraih penghargan JPA Design. Total investasinya juga nggak nanggung-nanggung,  US$80 juta. Wowww...luar biasa, besar sekali. Kelas ekonomi premium ini rencananya akan diperkenalkan pada 19 armada A380, 19 armada 777 300ER, dan 20 armada 350 yang terbaru.


Pantes hasilnya excellent. Pas banget menjawab kebutuhan orang kekinian yang pengin liburan atau terbang dengan bujet nggak bengkak, tetapi tetap dapat pelayanan ekslusif, nyaman di kelas ekonomi. Lebih-lebih dikit nggak papalah, yang penting bikin betah di jalan. Bayangin aja di pesawat 5-8 jam. Kayak gimana rasanya kalau tidak ada sesuatu yang menyenangkan dilakukan. Masa suruh tidur aja. Atau karena nggak nyaman di perjalanan, biasanya merusak mood liburan. Aduuhh nggak banget kalo sayahh.

Keistimewaan Kelas Ekonomi Premium Singapore Airlines :


Kemarin (16/9), saya diundang oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) untuk menghadiri demo peluncuran kelas ekonomi premium di Grand Indonesia. Saat itu, memang sedang ada acara "BCA - Singapore Airline Travel Fair 2015" di Grand Indonesia (10-13 September 2015). Pengunjung yang datang ke acara tersebut, selain membeli tiket promo dengan kartu kredit BCA, sekaligus dapat melihat langsung dan bersimulasi menikmati kursi ekonomi yang rasa bisnis itu. Hhehe, pastinya saya merasakan juga. Jadi mo bongkar tabungan yang baru sekaleng biskuit Tango. Liburannn...



kabin ekonomi premium Singapore Airlines. sumber : www.traveller.com.au


Apa saja sih keunggulannya :

1. Desainnya kontemporer dan stylish. Bikin nafsu mau duduk begitu melihatnya sepintas. Nyaman.

2. Jujur, ini sepertinya kelas bisnis yang galau hhehe. Gimana nggak coba. Bangkunya itu loh ergonomic. Dipaskan dengan kontur tubuh bisa relaks. Setiap bangku lebarnya antara 18,5 dan 19,5 inchi. Buat yang berbadan besar seperti saya, masuk banget. Sandarannya juga lebar, 8 inchi. Dilengkapi dengan monitor sebesar 13,3 inchi. Ditambah headphone yang kedap suara. Jadi, nggak perlu khawatir lagi keberisikan sama "tetangga sebelah" kalau ingin mendengarkan musik, nonton film atau main games. 



Bagi yang mau nyalain laptop atau gadget, ada daya listrik pribadi dengan port USB di tiap bangku. Lampu baca, meja cocktail, bahkan ruang penyimpanan untuk barang-barang pribadi seperti botol minum, handphone, dan laptop juga ada loh. Nah yang ingin kakinya bebas pegal, disediakan sandaran betis dan kaki berbahan di kulit di setiap bangkung. Solutif banget. Maklum, faktor usia, sekarang saya suka merasakan kaki pegal. Padahal cuma 1,5 jam penerbangan. Mau pesen yang bisnis, isi dompet masih dangkal. Ya sudahlah terima kenyataan duduk manis di kelas ekonomi ;). Tidur pastinya lebih nyenyak, ada bantal empuk dan selimutnya yang nyaman. 

3. Untuk menu makanan nih, penumpang dimanjaain banget. Disajikan menu berkualitas dengan standar gizi dan keagamaan yang nggak perlu lagi dicemaskan. Bahkan, penumpang yang punya riwayat kesehatan khusus, bisa memesan makanan sebelum terbang (premium economy book the cook service) yang disesuaikan dengan kesehatannya. Soal selera, penumpang bisa memilih : Seafood Thermidor, Ayam Panggang dalam Saus Krim Bawang, Rosemary Beef Brisket, Ayam Panggang dan nasi, bubur dengan Daging Babi dan Telur Hitam, Ayam Pedas Nasi Biryani, Nasi Lemak dengan Ayam Goreng, Pancake dengan sirup Maple dan Telur Orak Arik. Yang ingin sampanye, dan wine juga bisa menikmatinya. Benar-benar penerbangan yang menyenangkan.


makanan di economy premium class singapore airlines




makanan di economy premium class singapore airlines

4. Soal bagasi, kabar gembira bagi yang suka shopping atau liburan bersama keluarga. Di kelas ekonomi premium ini, penumpang dapat menikmati fasilitas bagasi seberat 35 kg. Padahal standar yang bisa dititipkan gratis seberat 20 kg. Selain itu, juga mendapatkan bonus KrisFlyersfrequent-flyer.

5. Tiap penumpang diberikan Amenity Kit lengkap dengan isinya, ada sikat gigi, pasta gigi, sepasang kaus kaki anti slip, dan dompet yang dapat direkatkan.





----

Kelas Premium Ekonomi ini meski resmi diperkenalkan dan bisa digunakan tanggal 19 Agustus lalu, tetapi tidak serentak. Secara bertahap akan dikenalkan pada 19 pesawat Airbus A380X, 19 Boeing 777-300ERs, dan 20 Airbus A350s pertama

Untuk rutenya pun, yang jauh-jauh. Jakarta - Singapura udah pasti nggak. Hehe cuma  sejam soalnya. Rute yang terpilih dan diberlakukan secara bertahap sampai 2016, yaitu  Beijing, Delhi, Hong Kong, Frankfurt, London, Mumbai, New York, Shanghai, Tokyo dan Zurich. Yukk yang mau liburan, segera kencengin tabungan ya...biar bisa kroyokan bawa keluarga, sahabat dan orang-orang terkasih bersenang-senang bersama.


Bagi pemegang kartu kredit BCA bisa memanfaatkan kesempatan promonya. Sampai awal Oktober 2015, bagi yang memesan tiket kelas ekonomi Singapore Airlines mendapatkan cash back Rp 700 ribu. Destinasinya, Jakarya -Singapura Rp 1 juta, Rp 6,1 juta** (Tiongkok), Rp 7,8 juta** (Jepang), Rp 6,8 juta** (Australia), Rp 11 juta ** (Eropa), dan Rp 14,1 juta** (Amerika). Ikuti juga kesempatan mendapatkan tiket pulang pergi gratis Jakarta - Singapura untuk setiap pembelian tiket kelas Premium Ekonomi. Dan, ikuti kontesnya juga ya melalui www.siauntukmu.com. Kamu tinggal ceritakan saja alasan terbang bersama Singapore Airlines. Jangan lupa masukkan nomor tiketnya ya. 

Keuntungan lainnya, pengguna kartu kredit BCA Singapore Airlines akan mendapatkan tiga kali KrisFlyers miles, cicilan 0% kartu kredit BCA untuk 6 bulan, cashback untuk setiap transaksi dengan kartu kredit BCA. Bagi yang melakukan pembelian selama Travel Fair akan menerima hadiah gratis, seperti boneka StarWars (Boba Fett), SGD30 Capita Shopping Voucher, Changi Dollar Voucher (CDV) senilai SGD 60** per tiketnya untuk setiap destinasi yang disponsori dan hanya dapat digunakan di Bandara Changi Singapura. Yuk manfaatkan kesempatan ini !.


Bersama emak2 keren Kumpulan Emak Blogger









Enaknya Kebab Frozen di Babarafionline

Kebab Baba Rafi frozen ? hmm awalnya gagal fokus juga membayangkannya. Hehhe maklum, yang selama ini diketahui, kebab itu, penganan asli dari Turki yang bersumber dari selimut kebab berisi daging panggang sapi atau ayam, sayuran, mayonaise, saos. Diracik "live" dan dimakan hangat-hangat, biar kulitnya terasa ngekerekes gitu. Lantas kebab frozen atau kebab yang dibekukan, apakah sesegar racikan "live"nya. Sempat ragu. "Ya udah sihh, dicoba dulu, jangan banyak dibayangin".. Hhehe seloroh sahabatku ini. 



kebab baba rafi frozen


Benar saja ketika kiriman kebab frozen dari seorang sahabat datang, barulah saya percaya, bahwa penampakan kebab frozen tak jauh beda dengan kebab non frozen. Isi kebab yang berupa sayuran, daging panggang, mayonaise, vanila tersimpan rapi dan segar di dalam balutan selimut roti tortilla khas kebab. Rasanya hampir tak ada beda dengan kebab biasanya. Cuma kemasannya saja yang lebih kecil.

Aku dikirimkan tiga box varian berbeda : beef, fruit, dan chijeu. Begitu digoreng dengan sedikit minyak menurut aturannya, gurih dan ngekerekesnya lebih berasa. 

Anakku Meilia dan Barra doyan banget dengan kebab fruitnya. Meili minta dibelikan lagi kebab rasa buah. Mayonaise melumer membanjiri buah-buahnya. Manis legit, gurih. Untuk beefnya, aromanya begitu digoreng semerbak banget, khas panggangan. Saus Baba Rafinya bikin makan nggak pake koma hhahha. Doyan sama laper bedanya tipis hehhe. Kalau Barra, suka yang chijeu. Di dalamnya berisi potongan telur dan saus keju ala Baba Rafi. Manis, legit, dimakan hangat tambah asoy deh. 


baba rafi online


kebab frozen


Kebab Bara Rafi frozen baru dibuat dalam 7 varian rasa, tiga rasa yang tadi ditambah  chicken, apple pie (apel segar dengan kismis dan kayu manis), chocoban (pisang,keju, dan cokelat) dan teriyaki. Satu box ada 8 buah kebab. Harganya Rp 40.000. 

Hhehe, jujur saya aku mendadak pindah selera begini. Jadi lebih menyukai kebab frozen. Lebih praktis dan nggak perlu repot nyari kebab kalau lagi kebelet kepengin. Tinggal pesan saja di www.babarafionline.com. Nggak pake lama langsung diantar. Apalagi sekarang ada gojek, jadi makin mudah. Cuma waktu pengiriman paket, Gojeknya "nggak bisa" antar, karena lokasi rumahku lebih dari 25 km dari pabriknya Kebab Baba Rafi di daerah Pondok Labu. Sementara, rumahku di Narogong, Cileungsi.. Alhamdulillah ada master kurir, dalam sehari kiriman sudah sampai;). Sebelumnya aku ditelepon dari pihak Babarafionline, bahwa kebab akan sampai hari itu juga. Wahh cepet bener.

Begitu sampai, Meili dan Barra yang memang sudah menanti, langsung minta digorengin. Menurut aturan, kebab yang udah setengah matang itu digoreng dengan sedikit minyak. Tetapi aku malah kebablasan, terendam minyak. Jadi berasa goreng bakwan heheh. Alhasil, kulitnya garing banget. Gurihhh pool. Kalau punya microwave, tinggal taruh aja dan dilumerin   mentega atau minyak. Maknyuss.. kalau kata Pak Bondan.


frozen food


Inovasi kebab frozen dari Kebab Baba Rafi ini masih tergolong baru. Bulan April 2015 mulai diperkenalkan ke publik. Namun soal bisnis makanan beku (frozen food), jangan ditanya deh. Suami istri Mbak Nilam Sari dan Mas Hendy Setiono sudah malang melintang di dunia kuliner frozen. Bahkan boleh dikata, frozen food adalah bayi pertama bisnisnya sejak tahun 2005. Mereka berjualan aneka makanan beku, seperti sosis, nuget, burger dan sebagainya. 

Lantas dimunculkannya lagi frozen food dalam line bisnis Kebab Baba Rafi Enterprise semata untuk merespon selera pasar yang kekinian : serba praktis, mudah, hemat waktu dan biaya. Sekaligus, ada idealisme dari Mbak Nilam Sari untuk mengangkat kuliner oleh-oleh nusantara yang berkualitas, sehat dan bergizi tanpa pengawet. Tanpa pengawet ? Ya, karena menurut Mbak Nilam Sari, makanan beku yang disimpan dalam suhu minus 8 derajat celsius, justru akan mematikan bakteri patogen. Jadi memang tidak perlu pengawet lagi. Teknik pengawetan makanan dalam bentuk beku sudah mahfum dilakukan masyarakat sejak berabad-abad lamanya. Meski begitu, sebaiknya makanan beku, dikonsumsi dalam tempo sebulan, meski tertera di label bisa tahan sampai 2 bulan, agar cita rasanya tak berubah dan mengundang mikroba hidup aktif lagi.. 




cireng

Selain kebab frozen, aku juga dikirimkan money bag, cireng, dan churos donut ala spanyol. Churos bentuknya mirip cakue. Tapi begitu dimakan beda banget. Gurih dan garing. Ada sambalnya juga. Manis  rasanya. Aku kurang begitu suka jika disantap dengan sambal yang manis. Cukup dikriuk aja tanpa sambal, udah enak banget buat cemilan sambil ngetik. Konon Churos ini makanan gaul anak kekinian heheh. Money bagnya gurih, mirip pangsit goreng. Untuk cirengnya nih, aku nilai juara banget. Hhehe aku termasuk fans berat banget cireng. Cireng frozen Baba Rafi punya cita rasa tersendiri. Garing, kriuk-kriuk rame gitu rasanya. Nggak lengket. Apalagi sambal rujaknya, bikin merem melek. Asem pedes manis. Maknyosss...

Makanan yang dijajakan lewat Baba Rafi Online akan terus berkembang variasinya. Saat ini, baru ada kebab baba rafi frozen, lumpia, churos, cireng, pangsit goreng,  schrimp roll, baso goreng, egg roll, hakaw dan money bag. Harganya, pas di kantong, alias nggak pakai mahal, sesuai dengan rasa dan kualitas. 

Pesan yuk sekarang kalau mau merasakan sensasi rasanya. Tinggal buka saja webnya di www.babarafionline.com, atau Whatsapp : 0818 0611 3226. Oya, bagi kamu yang ingin mengembangkan bisnis makanan frozen, bisa gabung menjadi agen Baba Rafi Online. Investasinya cuma Rp 2,5 juta, dah termasuk produk senilai Rp 1,5 juta. Baba Rafi akan membantu mempromosikan dan menyiapkan marketing toolsnya. Pokoknnya tinggal jualan saja. Syarat mutlak, punya kulkas dua pintu.



Kedai Catering Surabaya, Kateringnya Pameran Produksi Indonesia 2015

Sebagai warga luar Surabaya yang berencana mengadakan event di kota ini memang rada kesulitan mencari katering yang tepat. Apalagi acaranya lumayan lama,  4 hari, sejak tanggal 6 sampai 9 Agustus 2015. Yang bakal makan pun orang-orang penting Kementerian, serta pejabat daerah. Tidak enak makanannya, weiisss sebagai EO siap disemprot. 



Sampai mendekati hari H, klien EO saya, Samudra Dyan Praga belum juga menemukan katering pilihan. Sebenarnya sih sudah banyak yang menawarkan. Tetapi, Mbak Ratih dari Samudra Dyan Praga masih ragu memutuskan. Sampai suatu ketika, ia menanyakan kepada saya, barangkali ada rekomendasi katering di Surabaya. Wahh.. saya juga tidak tahu benar, mana yang enak dan tidak. Semuanya hanya berdasarkan, "kata orang". Bukan kebetulan, beberapa hari sebelum Mbak Ratih menanyakan katering, Alhamdulillah saya mendapatkan sponsor, nasi box untuk 60 blogger saat pembukaan Pameran Produksi Indonesia.

Ketemunya dengan katering Surabaya ini pun benar-benar Tuhan yang atur. Oya, di Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2015, saya bertugas di bidang promosi media sosial, dan mendadak bikin acara blogger. Sementara bujet terbatas lantaran acara mengundang blogger mendadak, akhirnya saya berinisiatif mencari sponsor untuk makan blogger di hari pertama PPI. Hmm...gimana caranya ya, sempat bingung. Saya coba kontak rekan-rekan yang punya relasi di Surabaya. Mereka pun memberikan sejumlah rekomendasi. Saya coba tawarkan kerja sama sponsorship, hasilnya nihil. Hhehee, alias nggak ada yang mau memberikan sponsor nasi box. 


Saya tak patah semangat dan terus berdoa, semoga tujuan baik ini dimudahkan. Tangan saya berikhtiar browshing mencari informasi rumah makan atau katering Surabaya melalui sejumlah akun kuliner di instagram. Mbak Avy, partner saya juga sibuk mencari informasi sekiranya ada restoran di sekitar Grand City- tempat PPI diselengarakan,  yang bisa memberikan makan siang gratis. 

Alhamdulillah, tak berapa lama, tangan saya langsung nyangkut pada Kedai Catering yang waktu itu masang iklan Give Away di salah satu akun kuliner Surabaya. Isi promosi Givaawaynya : "Regram gambar ini (nasi uduk Ayam Geprek) untuk mendapatkan free lunch box". Wahh kebetulan nih. Kesempatan buat nawarin kerja sama, ngarep banget.

Nomer telepon Kedai Catering Surabaya yang tertera pada akun instagram yang sepertinya baru dibuat itu langsung saya hubungi. Alhamdulillah, mendapatkan respon positif dari Mbak Edgina, yang sepertinya pemilik katering tersebut. Saya menawarkan kompensasi dua buah review dan posting di instagram blogger yang makan siang.

Nasi Uduk Ayam Geprek buat blogger


Dengan penuh syukur, selang beberapa hari saya menceritakan hal ini ke Mbak Ratih bahwa blogger sudah mendapatkan sponsor katering. Dia tanya, "Enak nggak makanannya ? Kalau enak mau saya pesan buat panitia dan orang Kemenperin" Hhehe jujur saya bilang tidak tahu. Karena memang belum pernah coba. Tapi katanya sih enak. Saya coba yakinin begitu. "Beneran ya Mbak Ika enak..Awas deh kalau nggak enak ! ancam Mbak Ratih. 'Ya...bismillah aja Mbak.." jawabku tersenyum. Aku berikan kontak Mbak Edgina Tan dan hari itu juga Mbak Ratih menghubunginya. Alhamdulillah,  kerja sama Kedai Catering dengan panitia PPI 2015 deal. Mereka juga sekaligus memesan snack-nya.




Alhasil, rasa makanan Kedai Catering ini makyus banget. Porsinya untuk saya sih pas. Nggak terlalu banyak, tetapi kadang mau nambah hehe. Belum puas lidah ini menikmati kelezatan menu Kedai Catering Surabaya, ehhh dah keburu habis. Bumbunya berasa banget. Bagus juga sih porsi segitu, jadi tidak ada sisa makanan yang terbuang di dalam box. Makanan yang disajikan pun tidak mudah basi. 

Saya pernah beberapa kali diminta panitia membawa sisa box makan siang. Ketika saya coba makan sekitar jam 7-an,  rasanya masih enak. Rekan blogger, Mbak Nurul Rahmawati sempat juga membawa beberapa box sisa makan siang.

Makanan yang enak, pastinya ngaruh banget ke kerjaan. Alhamdulillah tubuh nggak drop keletihan, karena makannya nafsu. Terima  kasih Kedai Katering atas sponsornya untuk rekan-rekan blogger dan kompasianers. 






Oya ketinggalan Mbak Edgina Tan rupanya memberikan panitia dan saya oleh-oleh loh berupa lapis Surabaya. Surprise banget. Nggak nyangka kalau Mbak Edgina siang-siang, hampir pukul 13:00 datang ke hotel Garden Palace hanya untuk kasih oleh-oleh. Ketika datang, kami sedang sibuk angkut barang ke dalam mobil. Nyaris saja ketinggalan. Terima kasih Mbak Edgina, semoga kita bisa kerja sama lagi.

Kedai Catering Surabaya bisa dikontak di 0816 512141, PIN BB : 2b0a5437. Kedai Catering melayani katering harian dengan berbagai menu nusantara dan kue kue. Selamat mencoba Kedai Ketering ya. 




Rawon Buntut Sheraton Surabaya, Selezat Persahabatan Kami

Ke Surabaya, kalau nggak nyobain Rawon, rasanya memang nggak afdol ya. Padahal di Jakarta, kuliner Jawatimuran yang sudah menasional ini cukup banyak ditemui. Tetapi, kalau belum makan  di tanah kelahirannya, dimanapun menikmati rawon berasa tak bernyawa. Ini saya rasakan ketika mengunjungi Surabaya awal Agustus lalu.




Begitu menginjak Bandara Ir. Juanda, yang terbayang sejumlah kulinernya. Heehhe apalagi kalau bukan Rawon-nya. Bukan suatu kebetulan ada undangan dari seorang sahabat, nawarin makan rawon spesial di Hotel Sheraton yang terletak di Jalan Embong Malang, Surabaya.

Kota Surabaya memang tak ubahnya sebagaimana Jakarta. Macet hampir di berbagai ruas jalan. Saya tiba di Bandara Juanda, sekitar pukul 13:00. Jujur ini perut langsung keroncongan. Sahabat saya dari balik telepon bilang, tahan saja dulu, nanti kita makan rawon enak. Sayang kalau perut kamu udah kenyang. Hehhe bisa saja bujukan Mbak Avy ini. Ya sudahlah saya beli cemilah roti boy dulu sambil nunggu jemputan Mbak Avy. Nggak sampai 15 menit menunggu, sahabat yang selama ini hanya saya dengar suaranya dan lihat profilnya di facebook, akhirnya menampak juga. Pertemanan di dunia maya, Alhamdulillah bisa melahirkan persahabatan di dunia nyata. Hmm..rupanya Mbak Avy lebih cantik penampakan aslinya, begitu selorohku saat bertemu pandang dengannya. 





Pameran Produksi Indonesia (PPI 2015) adalah media, kami dipertemukan oleh Allah. Selama beberapa minggu kami berkoordinasi erat menyiapkan acara blogger dan kompasianer untuk mempromosikan pameran produk unggulan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian ini. Dan, hari ini kekompakan kami harus diuji. Alhasil, memang tak beda heheh. Begitulah adanya Mbak Avy yang saya dengar suaranya dari balik telepon.

Sambil bercakap tentang kesiapan acara PPI, tak terasa membunuh waktu satu jaman di dalam kendaraan. Hhehe..suami Mbak Avy yang menyetir kendaraan sepertinya sudah bosen kali ya mendengar celotehan perempuan-perempuan doyan ngomong ini. Sampai-sampai saya lupa, kalau tadi cacing-cacing di perut memberontak. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 15:30 Wib. Jam yang memang nanggung untuk makan.




Sesampai di Sheraton Surabaya, kami langsung mencari Kafe Bromo. Karena bukan jam makan siang, tak banyak pengunjung di kafe ini. Hanya beberapa pria bule yang mengambil area merokok untuk bersantai sambil menikmati kopi hangat. Mbak Dila, blogger Surabaya rupanya sudah lama di sini menanti kami. Aduhh jadi berasa penting bener. 

Asyik juga sih, nggak terlalu ramai, jadi bisa lebih nyaman dan santai ngobrol. Wara-wiri kesibukan pelayan kafe yang membereskan perangkat buffet siang tadi terlihat ramah melempar senyumnya ke kami yang memperhatikannya. Tak berapa lama kami menunggu, datanglah seorang pelayan wanita setengah baya sambil memberikan dua buah buku menu. "Yang terkenal di sini apa Mbak ?", tanyaku berasa basa-basi banget. Padahal tujuan utamanya cuma mau menyantap Rawon Buntut Sheraton yang katanya super enak itu.

Mbaknya pun "bekerja" mempresentasikan sejumlah menu andalannya. Dan, memang, rawon buntut yang paling dicari. "Kalau di sini Bu, yang paling terkenal adalah menu nusantaranya. Rawon buntut kita spesial loh Bu." ujarnya promosi. "Oke Mbak, saya pesan rawon buntut spesial ya. Trus minumnya apa ya ?" Saya bertanya lagi. Minuman  yang sekiranya sesuai dengan rawon. Mbaknya kembali merekomendasikan jus sawi Pak Coy. Hmmm..jus sawi. Kayaknya boleh juga nih. Setahu saya, jus sawi berserat tinggi dan berkhasiat menurunkan kolesterol. 






Tahu sendiri kan, rawon yang notabene berbahan utama lezat dari buntut sapi, sumsum, urat-uratan dan tulang sapi hancur ini penyumbang kolesterol lumayan tinggi. Kalau nggak kuat-kuat,  usai makan, langsung keliyengan. Kata ahli nurtrisi, menjelang usia 40, asupan makanan memang kudu dijaga. Kalau saya sih lebih senang menyebutnya, "bukan dijaga" tapi "disiasati". Asal jangan makan banyak-banyak dan keseringan aja. Dan, kalau pas lagi makan, harus tahu cara menetralisirnya.


Kurang lebih 15 menit, pesanan yang ditunggu pun tiba. Hmm..aromanya khas banget. Mbak Avy sebenarnya pengin juga pesan rawon. Tetapi, saya cegah agar pesan yang lain saja, biar  kita bisa saling coba hehe taktik . Dan, Mbak Avy pun setuju. Ia memesan sop daging segar. Cuma lirikan mata Mbak Avy kok ke rawon melulu ya heheh. "Ayo Mbak, dicobain nih !" tawar saya sambil mengaduk-ngaduk kuah yang ditaburi perasan jeruk nipis.


Kuah lebih pekat dari yang biasa saya makan 
rawon di warung Jawa Timuran di Jakarta. Slurrrppp...hirupan kuahnya berasa banget rempah-rempah. Apalagi buntut sapinya, kenyal, empuk dan gurih sekali. 

Bumbunya meresap kuat hingga  kunyahan terakhir. Rasanya, sulit untuk membuat lidah ini berhenti bergoyang. Kalau nggak ingat badan yang mekar, bernafsu menghabiskan satu porsi sekaligus. Tetapi, seporsi rawon buntut goreng Sheraton Surabaya ini jumbo loh. Cocoknya disantap oleh tiga orang. Dagingnya banyak.  Mbak Avy sesekali mencicipi rawon saya. Saya pun begitu, mencicipi sop daging yang dipesannya. Sama-sama enak. Jus sawi Pak Coy-nya segar sekali, pas banget sebagai penyeimbang makan rawon.

Tak terasa sambil ngobrol, suapan demi suapan rawon masuk lancar ke dalam perut. Satu-satu keringat mulai eksis. Alhamdulillah kepala saya tidak pusing. Manjur juga nih Pak Coy-nya sebagai penetralisir...ujar dalam hati. 

Mbak Etty Soraya, PR Manager Sheraton Surabaya kebetulan ada dan menyempatkan diri di tengah kesibukannya untuk bersilaturahmi dengan kami. Sudah lama juga saya tidak bersapa ria dengan Mbak Etty sejak risain dari Majalah Venue  akhir 2012 lalu. Ahhh...Mba Etty masih seperti yang dulu, cantik meski sudah brojol satu anak. 




Sambil menemani kami menghabiskan penganan, Mbak Etty bercerita seputar pekerjaannya dan perkembangan Sheraton Surabaya yang tengah direnovasi. Pembenahan giat dilakukan manajemen Sheraton Surabaya sebagai hotel bintang lima yang notabene memiliki tamu loyal yang tersegmen. Promosi lewat digital media pun kini tengah digarap serius  untuk lebih mendekatkan diri pada tetamunya. Jadi, teringat dulu semasa jadi wartawan, saya kerap menulis Sheraton Surabaya yang sumbernya dari release dan jawaban tertulis Mbak Etty. Kini, seperti mimpi bisa berkunjung ke Sheraton Surabaya dan bertemu dengan Mbak Etty. Dan, nyatanya memang, Sheraton Surabaya seperti yang tertulis di release. Nyaman dan homey.





Untuk membuang lemak, saya tergoda untuk menengok area luar ruang Kafe Bromo dan berjalan-jalan sebentar. Wahh..ternyata ada taman yang indah tersembunyi di sini. Pantas saja, tamu bule itu betah duduk-duduk di serambi kafe. Hamparan rumput yang terawat rapi. Kolam ikan yang jernih dengan puluhan ikan koi menari lincah di pusaran air. Tersedia juga kolam renang yang tidak begitu besar. Tetapi cukuplah untuk memanjakan tubuh di dalamnya. Ya, area taman ini memang digunakan untuk pesta kebun atau barbeque party. Romantis juga, bikin pesta nikah di sini. 

Sambil menanti senja, sejenak kami bersantai di jajaran tempat duduk pinggir kolam. Kalau tidak teringat pekerjaan yang harus kami selesaikan hari itu untuk acara keesokan harinya, rasanya  ingin berlama-lama di taman ini, tempat yang nyaman untuk mencari inspirasi, ide sekaligus me-refresh pikiran yang penat. Ahhh..kami jadi semakin asyik untuk saling bercerita.
















Advan Vandroid X7, Tablet "Galau" Otak Komputer ,

Berbicara tentang Advan, saya langsung teringat dengan sahabat saya sejak kuliah, bernama Listyanti. Sekitar setahun lalu saya memberikan hadiah tablet Advan untuk anaknya yang berulang tahun ke-7. Adik Nahwa namanya. Ia sangat mengimpikan punya tablet seperti teman-temannya untuk bermain game. Bukan kebetulan sedang ada rejeki lebih, saya ingin memberikan hadiah impiannya.


Listyanti, ibunda Nahwa
Saya dan suami berkeliling pusat perbelanjaan Slipi Jaya di Kawasan Slipi Jakarta Barat untuk mencari sejumlah tablet yang sesuai. Ada beberapa brand yang jadi referensi kami. Tetapi ketika kami coba telusuri sebagian diantaranya, rupanya kurang begitu sesuai. Hehe baik di fitur-fitur maupun bujetnya. Akoh, penjual handphone dengan berbagai pertimbangan akhirnya merekomendasikan tablet Advan. Saya coba cek layar sentuhnya, lumayan stabil. Games-gamesnya terisi penuh. Jadi nggak perlu repot lagi mengunduh games-games edukatif. Saya lupa tipenya.

Ketika diberikan, betapa senang Dede Nahwa menerima hadiah tablet Advan Vandroid. Ia anteng bermain di rumah. Namun, dalam perjalanannya, ternyata bukan hanya Dede Nahwa yang menggunakannya. Mamanya, Listyanti yang merupakan karyawan Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten rupanya juga kerap meminjam tablet Nahwa untuk memeriksa email atau browshing yang memperlancar pekerjaannya.





Melihat waktu itu saya bawa tablet Advan Vandroid ke rumah, Barra yang sempat melihat, jadi kepingin. Ia merengek ingin dibelikan tablet Advan seperti Nahwa. Sebenarnya Barra sudah punya tablet, tetapi jika dibandingkan dengan tablet Advan kepunyaan Nahwa beda banget. Hhehe ya sih mereknya juga beda. "Ya, Insya Allah De, nanti kalau ada rejeki, Mama belikan," jawabku menenangkan.

Saya menilai, tablet juga penting perannya untuk mendukung Meili dan Barra termotivasi belajar. Banyak permainan edukatif yang bisa diunduh lewat tablet. Tablet yang selama ini digunakan Barra memang sudah mulai rusak. Ada rencana mau beli, tetapi waktunya belum enak buat jalan-jalan. Kesibukan yang tiada henti sampai kurang punya waktu berkeliling mal mencari tablet yang sesuai antara kualitas dan bujet. Sampai suatu ketika, ada undangan dari Kumpulan Emak Blogger untuk menghadiri acara peluncuran tablet Advan Vandroid X7. Wahh kebetulan nih, memang sedang mencari. Dengan bersemangat, saya langsung mendaftarkan diri. 

Peluncuran Advan Vandroid dilaksanakan di Hotel Fairmont, Jalan Asia Afrika, Gelora Bung Karno, Jakarta (3/8). Siang itu saya agak telat, karena harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Area 'meeting blogger" sudah disesaki ratusan blogger dari Blogger Reporter dan Kumpulan Emak Blogger. Wahhh penuh keriangan, mereka saling berfoto di photo booth. Tidak sedikit dari mereka yang duduk-duduk beramah tamah dan saling temu kangen. Ya, ajang ini memang menjadi seperti silaturahmi dan halal bihalal blogger. Keakraban di dunia maya tengah dibuktikan di dunia nyata.



Sambil mengantri saya bercakap dengan Mas Ahmed Tsar Blenzinky, salah seorang pengurus Blogger Reporter yang beken banget di kalangan dunia perbloggeran. Ahh senangnya. Bertemu juga dengan beberapa pengurus Kumpulan Emak Blogger, Mbak Sumarti Saelan, Mbak Tanti Amelia,dan Mbak Irma Susanti. Mbak-mbak EO Advan juga nggak kalah sibuknya mengatur absensi dan acara. Saya kebagian nomor doorprize 75. Hhehe sempat ngarep dapat doorprize Advan Vandroid X7. Lumayan buat anak. 

Lucu juga nih tablet. Meski kalau saya perhatikan dari penampakan luar  agak galau. Dibilang smartphone bukan, disebut tablet juga nanggung. Kayaknya memang anti mainstream dalam dunia pertabletan. Saya termasuk pengguna tablet yang setia loh sejak menerjuni dunia writerpreneur dan media sosial. Jujur, suka rada kerepotan dengan tubuh tablet yang bongsor, memenuhi lebaran genggaman saya. Apalagi kalau bobotnya yang berat. Huff bikin tangan keram dan kaku..hhehe semoga nggak stroke. 




Sebagai pekerja sosial media, tablet menjadi salah satu senjata saya selain smartphone. Dari segi besaran, memang enak sih. Jemari begitu leluasa menekan tuts. Apalagi kalau buat desain, nyaman pakai tablet. Sampai-sampai saya malas membuka laptop sejak memiliki tablet. Sempat bermimpi,ada tablet yang ukurannya pas di tangan, dan tidak berat. Hmmm sepertinya Advan Vandroid X7 membuat saya kepincut. hehehe. Lantas buat Barra yang mana ? Aduhh ibu yang galau nih. Rencana buat anak, malah jadi kepingin. 

Saya mencoba-coba tablet ini sebelum masuk ruangan, benar-benar bikin galau. Tubuhnya nyaman dipegang meski cuma satu tangan. Tablet ini juga bisa berfungsi sebagai telepon alias bisa menerima panggilan. Hhehhe memang ukurannya lebih besar dari smarthphone, tetapi okelah buat panggilan, sms dan aktivitas komunikasi lainnya.

 Layar sentuhnya  cukup responsif dan  tajam dengan kekuatan 1024 x 600 piksel. Ada kamera depan VGA. Lumayanlah untuk menyalurkan ide kreatif bagi yang suka selfian atau welfian. Di bagian atas layar tersedia video chat. 

Oya, perlu diketahui juga, Advan Vandroid X7 tidak dilengkapi dengan tombol fisik di bawah layar. Jadi, untuk semua navigasi berada pada  layar sisi bawah. Jika kita melihat pada bagian muka, akan terlihat permukaan antar muka tablet yang menggunakan UI khas Advan. 




Agar hasil foto lebih maksimal, kamu bisa gunakan lensa kamera yang terletak pada bagian belakang. Lumayan sih kekuatannya untuk ukuran tablet yaitu 2 Megapixel disertai lampu flash LED di bagian tengah atas. Loudspeaker ada pada bagian bawah. Untuk pengaturan volume dan power, diletakkan pada bagian samping kanan dan berdekatan. Sedangkan, pada bagian samping kiri dibuat polos, tanpa ada tombol/ panel apapun

Advan Vandroid X7 menyediakan 2 slot SIM dan slot microSD. Tempat penyimpanannya terletak di area dekat loudspeaker. Baterainya bersifat non-removable dengan kapasitas 2500 mAh.

Nah sekarang kita ngomongin prosesornya ya yang boleh dibilang jantungnya Advan Vandroid X7. Ternyata, Advan Vandroid x7 ini ditenagai oleh chipset Intel Atom X3 (intel soFIA) quad-core berkecepatan hingga 1 Ghz yang ditandem dengan kekuatan memori RAM 1 GB dan memori internal 8 GB.

 Advan Vandroid x7 menjadi tablet pertama di dunia yang menggunakan intel Atom x3. Wuiihh mantep. Dengan tenaga mumpuni, pengguna bisa bermain game 3d berukuran berat tanpa lag yang berarti alias lancar dan cepat. Wohooo pendoyan games marilah beralih ke Advan Vandroin X7.




Sedangkan untuk sistem operasinya menggunakan Androin 5.1 Lollipop.  Selain itu, pengguna juga disuapi dengan kepuasan akses data internet via 3G HSDPA. Dan, semua sistem kinerja Advan Vandroid x7 berbasis SoC (System on Chip). Artinya, semua fitur seperti RAM, bluetooth, Wi-Fi dan lainnya terintegrasi dengan processornya sehingga lebih maksimal dalam penggunaan ruang dan daya yang ada. Pastinya sih makin tangguh. Wahh kalau fiturnya kayak gini, sukses yang galau adalah saya. Mau beliin buat Barra atau menggantikan tablet yang selama ini saya gunakan. Soal harga apalagi, nggak bikin cembetut. Cuma Rp 1.099.000. Udah deh langsung liat ATM mau ngambil xixixixi.

Menariknya lagi, setelah mendengar penuturan Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan, ternya Advan ini buatan Indonesia loh. Waaduhh kemana saja saya baru tahu hal ini. Saya kira buatan negeri Cina (nunggu disambit tablet deh sama Pak Tjandra hehehe). Hhhe memang rada keterlaluan juga sih saya.

Sebagai perusahaan teknologi yang berbasis komputer, Advan sudah berdiri di Indonesia sejak 1998. Produk besutan Advan diantaranya : TV Plasma, Notebook, tablet, PC, smartphone hingga aksesoris digital (USB, speaker, flashdisk, MP3, MP4, UPS dan sebagainya).




Advan terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk yang berorientasi pada kebutuhan konsumen Indonesia. Makanya tak heran, inovasi yang terbilang ngotot dan harga yang super ramah memberikan kesan tersendiri di hati masyarakat Indonesia. 

Berbagai penghargaan diraihnya. Salah satunya " The Most Favorite Brand 'Indonesia Netizen Brand Competition 2013 dari Majalah Marketeers. Kemudian menjadi market leader penjualan tablet PC di Indonesia. Dan, saat ini tablet Advan Vandroid masih nangkring pada market share teratas. Sedangkan untuk smarthone, Advan cukup puas bertengger pada urutan ke-4 market share Indonesia. Bangga dengan produk Indonesia..!





Teman Baru Itu Ursula Tumiwa, Penggagas Indonesia Loh

Ursula Tumiwa, baik nama maupun melihat wajahnya, jujur aku baru pertama kali melihatnya. Hehhe ya iyalah wong ketemunya juga baru sekali. Itu pun lantaran dikenalkan teman, Mbak Jatu Mursito yang mengundangku  dalam suatu acara seminar "diskusi santai peran perempuan di era teknologi" untuk memperingati hari Kartini yang diselenggarakan oleh FemaleDev di gedung Carakaloka Kementerian Luar Negeri, Jakarta Selatan (21/4). Temenku, Mbak Jatu Mursito  memang istri seorang aktifis promo film. So, teman-temannya  kalau ditelusuri memang nggak jauh dari lingkungan film. Meski Mba Jatu sendiri, lama bergelut di dunia event organizer. 



Saat dikenalkan, kami hanya saling tersenyum. Seperti biasa deh, Mbak Jatu saling menjual kami hehehe. Mbak Ursula, atau Mba Ula ini diperkenalkan sebagai seorang pengusaha, yang karyanya katanya sudah level dunia. Welehh...jadi agak minder nih. Aku mah apa atuh...

Pembawaannya ramah, orangnya cantik, dan low profile, nggak keliatan sih kalau doi seorang yang padat karya. Heheh kami memang belum sempat berbicara banyak. Hanya saling lihat-lihatan saja dan tersenyum. Karena momentnya adalah seminar, ya kami menyimak beberapa pembicara seminar yang notabene memang terdiri dari wanita-wanita keren, ada ahli gamers, Putri Indahsari (anaknya Pak Chairul Tanjung), programers dan IT dari perusahaan beken macam Google.

Tak sampai selesai kami mendengarkan kisah sukses para pembicara membangun personality branding sebagai seorang wanita tangguh, karena Mba Jatu ingin mengajak kami ngobrol santai.  Sudah cukup lama juga kami tidak saling kopdaran. Padahal rumah kami berdekatan loh. Dasar juga sih aku, yang kadang sulit bagi waktu untuk urusan silaturahmi. Padahal dari ngobrol-ngobrol santai bisa melahirkan ide dan inspirasi. Ujung-ujungnya siapa tahu jadi bisa bikin kami "sejahtera" Hehe ya iya dong, bukannya dari silaturahmi  kata Rosulullah, membuat kita dimudahkan rejeki. Asalkan, silaturahminya benar-benar dengan orang yang "bermutu", dan yang diobrolin juga punya bobot, nggak melulu urusan orang lain yang nggak penting. Ya nggak sih..



Dan benar saja, begitu kami kumpul, waduhhh banyak banget ide bermunculan. Kami "meeting" di seven eleven yang terletak persis di seberang Gedung Carakaloka. Jadi, ceritanya, Mba Ursula punya ide bagaimana mempopulerkan produk-produk UKM secara digital, meningkatkan pengetahuan serta skill manajerial UKM yang dikelola wanita (mompreneur). Nah, dengan kelebihan kami masing-masing, Mba Ula ingin kami bisa saling berkolaborasi. Aku di bagian promo dan networking blogger, pembicara dsb, mba Jatu pada konsep event dan kegiatan, sedangkan Mba Ursula punya tugas seperti biasanya ia lakukan, cari sponsor. Dia begitu sigap langsung menelpon rekan-rekannya untuk ambil bagian dalam pendanaan proyek ini. Respon rekan-rekannya cukup bagus aku dengar dari balik telepon. Malah, ada yang sudah bersedia menjadwalkan meeting dengan para petinggi. Welehh...cepat benar..aku jadi bingung sendiri. Padahal baru selintasan ide saja. Pembagian tugas pun segera kami buat. What's next ?

Hmm..rupanya ide itu belum bisa terealisasi. Sebabnya ? kami masih berkutat dengan kesibukan bisnis masing-masing. Mba Jatu tampak sedang garap proyek baru dengan Dennis Adiswara, aku masih menuntaskan kewajiban terhadap klien-klienku. Kami juga sudah jarang berkomunikasi.



Sampai pada suatu hari, aku tanpa disengaja bertemu dengan Mbak Ula yang sedang berpameran di Kementerian Perindustrian. Kebetulan, aku sedang ada meeting untuk suatu proyek pameran di sana. Sebelum meeting, aku menyempatkan diri berkeliling melihat pameran. Saat berkeliling itulah, Mbak Ula memanggilku. Hhehe jujur aku rada pangling. Rupanya ia mengenaliku dengan baik. "Hai Ka...ke sini dong mampir !" teriaknya. Oohh...aku langsung balik menyapaya dengan lebih ramah heheh. 

Singkat cerita, aku menawari dia untuk ikut berpameran yang akan digelar oleh Puskom Kemenperin di Surabaya awal Agustus nanti. Karena memang produk yang dijajakannya unik dan idealismenya pada Indonesia, menurutku bagus untuk diapresiasi. Aku tidak menjanjikan, hanya mencoba mengajukan produk kerajinan yang berlabel "Indonesia Loh" bisa tampil di pameran. Lumayan soalnya gratis dan networkingnya ke depannya bisa bagus alias mendapatkan kesempatan lebih sering berpameran di event-event Kemenperin.

Sewaktu kami bertemu pertama kali, sebenarnya Mbak Jatu sudah memperkenalkan karya Mba Ula. Tapi belum sempat aku lihat di instagramnya, jadi tidak begitu menempel di benakku. 



Begitu aku kulik dan lihat karyanya langsung di pameran, ternyata memang inspiratif. Ia mencoba menerjemahkan keseharian kehidupan masyarakat Indonesia dalam bentuk desain dan pesan yang unik. Indonesia loh...Dan, ini mendapatkan respon yang bagus dari orang luar negeri. Sejumlah karya Mba Ula dan rekannya sudah merambah pasar Malaysia, Jepang dan sejumlah negara. Aku terdorong sekali, untuk membantu mempromosikannya lebih giat lagi.

"Baik Mbak Ula, ini aku coba ajukan ya ke panitia. Seandainya belum diterima pamean, tapi tetap aku muat di fanpage Pameran Produksi Indonesia sebagai hasil karya kreatif anak bangsa" ujarku yang diamanahkan mengelola media sosial Pameran Produksi Indonesia. 

Aku sempat browshing juga untuk kepoin Mba Ula demi melengkapi postingan singkatku. Siapa sih dia sebenarnya. Wah ternyata doi seorang produser film idealis. Ya, gimana nggak idealis, dia khusus memproduseri sejumlah film dokumenter yang notabene nggak bersifat komersial alias  tidak menjanjikan keuntungan segambreng. Berhasil bikin senyum produser aja kadang sudah senang banget.  

Ini cuplikan yang aku posting di fanpage Pameran Produksi Indonesia :


Produser yang Cinta Indonesia itu Kini Majukan UKM Lewat "Indonesia Loh"
Sederhana dan murah senyum, itulah gambaran sekilas dari seorang Ursula Tumiwa. Lebih dekat dengan produser film 'Generasi Biru- Slank" ini, memang senyumnya tak berhenti mengembang, menyemburatkan kehangatan orang-orang di sekitarnya. Bersamanya, memang lebih enak kalau membicarakan film. Pasalnya lulusan Fakultas Teknik Elektro Universitas Trisakti ini sudah berhasil memproduseri berbagai film dokumenter yang notabene bisa terbesut karena idealisme yang menggila. Bagi orang film sepertinya sudah mahfum bagaimana peliknya berbisnis film di negeri ini.

Lantaran keprihatinannya pada industri perfilman dan pertelevisian Indonesia yang seperti tak berjiwa, tahun 2005, ia mantap menceburkan diri untuk memajukan dunia film Indonesia. Kala itu, ibu dua anak ini baru saja kembali dari perantauannya di Singapura. Tekadnya ini pun tak main-main diwujudkannya. Tiga tahun berselang, tahun 2008, bersama sutradara Garin Nugroho, ia berhasil memproduseri film perjalanan musik Slank "Generasi Biru". Menyusul karya-karya dokumenter berikutnya, seperti, Metamorfublus (2010), Dibalik Frekuensi (2011), Yap Thian Hien (2010), Dibalik Frekuensi (2011), dan The Road Prosesi Tuan Ma di Larantuka (2013). Tak puas hanya memproduseri, tahun 2009, bersama rekannya ia mendirikan Rumah Pohon Indonesia yang dijadikan sebagai wadah sineas muda berkarya.

Di tengah-tengah membangun dunia perfilman tanah air, Ula-begitu ia akrab disapa, juga giat membangun branding UKM. Lagi- lagi karena idealismenya membuat Indonesia maju dan lebih dikenal di dunia lewat karya berbobot dan tak biasa. Tahun 2011, bersama rekannya ia menciptakan kreasi fashion tas dan aksesoris rumah tangga. Bahan bakunya diantaranya ada yang terbuat dari limbah karung beras, terpal, terigu dan sebagainya. Dengan brand "Indonesia Loh", Ula mencoba memotret keseharian, kebiasaan, dan celotehan ringan masyarakat Indonesia lewat desain dan pesan-pesan yang unik. Karya "Indonesia Loh" rupanya mendapatkan respon yang bagus dari konsumen manca negara. Bahkan ada beberapa karya yang diminati masyarakat Jepang.

Bangga ya kalau ada banyak orang Indonesia yang punya passion dan cinta negerinya seperti Mbak Ursula Tumiwa ini.



Semoga kisah kita berlanjut ya Mbak Ula. Pasti ada sesuatu kenapa Tuhan mempertemukan kita...semoga sesuatu itu bisa saling memajukan. Insya Allah.. Sukses selalu untuk Indonesia Loh dan karya Mba Ula yang lainnya.