Jual Daster Batik

Jual Daster Batik

Sering Berstatus Galau, Siap-siap Kena Tipu



Hmm tarik nafas dulu sebelum menuliskan ini. Hari ini (1/11) dadaku dibuat berdebar dan tanganku bergetar menahan amarah terhadap seseorang lelaki, sebut saja namanya Doni. Sebenarnya, ini sudah sekitar dua bulan lalu bikin aku emosi. Sempat aku luapkan emosiku via message FB Doni tentang modus penipuan yang dia lakukan terhadap teman dekatku, bernama Santi (samaran). Tetapi karena waktu itu temanku ini masih "cinta" sama dia, jadi dia mengurung niatku untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Ya sudahlah, orang kalau sudah cinta, penipu pun dianggap hero hehhe...

Penipu ? Ya itulah dugaanku. Singkat cerita, Santi, sedang getol mencari jodoh setelah kegagalan rumah tangganya. Dia berupaya membuka diri menjalin hubungan dengan beberapa pria. Salah satunya Doni itu.

Aku senang sekali temenku sudah mulai move on dengan kegagalan rumah tangganya dan sudah menemukan calon suaminya. Dia selalu cerita tentang Doni  kepadaku, bahwasanya Doni  soleh, perhatian, baik banget, sayang sama anaknya dan sebagainya dengan sejuta pujian. Terlebih katanya Doni ini kader partai impor dari Mesir.  AKu juga pernah menjadi pemilih loyal terhadap partai ini. Maaf saya tidak mau berpanjang lebar soal partai ini. Saya yakin teman-teman sudah bisa menilainya.

Tak berapa lama dia mengenalkan Doni kepadaku di kantornya. Santi adalah teman baikku sekaligus juga klienku. Jadilah kami bertemu untuk soal pekerjaan. Dia berharap Doni bisa bekerja sama dengan aku. Karena kami mempunyai kemiripan profesi yaitu penulis. Siapa tahu bisa saling sharing proyek.

Kesan pertama, aku sih nilai biasa banget. Wajahnya juga biasa banget. Tidak ada energi positf yang aku rasakan. Rupanya, Doni ini mengaku kepada Santi, masih berstatus suami dengan dua anak. Tapi rumah tangganya sedang diambang perceraian. Ohhh noo..aku gak mau temen baikku yang aku sayangi dituduh penghancur rumah tangga orang.  Katanya istrinya meninggalkan dia dan tidak mengurus suaminya. Alasanya, suaminya tidak bisa memberikan kebahagiaan materi karena banyak hutang. Mereka tidak tinggal serumah...katanya loh. Doni juga bercerita tentang betapa dia menyayangi anaknya melebihi istrinya. Dialah yang mengurus anaknya, sedangkan istri Doni tidak begitu peduli...

.Hmmm..segala cerita jelek tentang istrinya diceritakan ke temanku. Hingga akhirnya temanku percaya, berempati dan tumbuh cinta. Ya iyalah, gimana ga jatuh cinta, Doni selalu mengeluarkan kata-kata manis, sebutan cantik dan segudang rayuan...Temenku yang memang butuh kasih sayang  jadi merasa tersanjung dan gede rasa. Apalagi dia berkostum soleh, style-partai itu kebanyakan,  Dia selalu mengingatkan temenku untuk ngaji, liqo dan sebagainya. Pokoknya oke banget kata temenku. Ya...aku cuma angguk-angguk aja.

Suamiku yang juga bertemu dengan dia untuk menemaniku di kantor Santi, sempat bilang kepadaku. Hati-hati Santi dengan pria itu. Tampangnya tidak baik. Aku bilang, jangan berprasangka dulu yah..semoga aja dia baik. AKu nggak ngerti suamku bisa berkata demikian, cuma atas dasar feeling.

Tak berapa lama setelah pertemuan, Doni meng-addku di FB. Aku langsung confirmed. Wahh berteman dengan dia di FB menimbulkan aura negatif. Statusnya, selalu penuh kemarahan dan provokasi atas nama dakwah. Ya.jaman kemarin kan sedang pileg dan pilpres, jadi dia lumayan gencar memprovokasi. Sering sekali ia berstatus yang menjelekkan PDIP dan Jokowi. Bahkan sampai tengah malam menjelang dini hari...Gila ya nih orang, ngga ada kedamaian di hatinya. 

Ckckckck..ga nyangka, yang kata temenku, dia bijaksana, baik, pinter, sabar, tidak mudah marah. Nyatanya statusnya bertolak belakang. Santi selalu berstatus memujinya di wall FB sebagai pria soleh, patriotis dan segambreng kata-kata mesra untuknya. Aku cuma geleng-geleng aja membaca status Santi di FB. Menurut Santi, dia bersemangat dakwah karena telah menemukan Islam saat di partai itu. Daripada menimbulkan energi negatif, aku unfriend saja. Peduli amat dengan temanku kalau tanya kenapa diunfirend. Aku jawab aja, ga suka dengan orang yang suka menyebar permusuhan atas nama agama.

Temenku juga sudah mulai tidak bercerita tentang  Doni kepadaku. Mungkin dia ingin menjaga perasaanku. Atau mungkin ga rela pacarnya dicemooh sama aku. Aku hanya wanti-wanti tentang hubungan mereka yang tidak pantas. Ya, dia beristri, tetapi  pacaran dengan temenku. Mau sampai kapan akan diteruskan. Katanya islami, tetapi kok sering berduaan. Ahhh...tidak sesuai apa yang dilisan dengan di perbuatan.

Temanku udah buta oleh cinta. Dia sudah tak peduli dengan perasaan istrinya. Dia hanya minta, jika ingin menikah dengannya, ceraikan istrinya. Doni selalu mengundur-,undur dengan banyak alasan. Intinya dia tidak ingin menceraikan istrinya. AKu selalu mengingatkan untuk sholat istikharah dan jangan sering berduaan karena efeknya tidak baik. Beri batas waktu sampai kapan hubungan akan berlanjut. Dan, cek ke istrinya, apa benar yang diceritakan suaminya, bahwa istrinya meninggalkan dia.

Singkat cerita, Doni mengabarkan Santi, istrinya hamil 7 bulan. Woowww, betapa hancurnya temenku merasa dikhianati.Katanya, sudah tidak serumah, kok bisa hamil, Tapi ya..sah-sah aja sih, wong masih suami istri. Tapi cerita yang keluar dari mulut Doni, ngarang banget.   Istrinya hamil karena dijebak oleh paman istrinya. Ahhh..jadi pusing mendengarnya.  Bagai dibutakan, Santi begitu percaya dengan karangan Doni. Santi malah mengumpat tentang istrinya.  Dia masih optimis akan ada keajaiban untuk hubungannya itu. Dia berharap istrinya hamil hanya becandaan belaka. Hmmm lap keringat deh gw. Ya, terserah lo deh.

Aku mulai malas meladeni curhat temanku, dan akhirnya aku dapat kabar mereka putus..Alhamdullillah, pekikku mendengar mereka putus. Ini kesempatan bagiku untuk mengembalikan perasaan Santi agar bisa melupakan Doni. Aku ajak dia berempati. Kasian istri yang  baru melahirkan masa dipush untuk cerai. Dan, Doni pun gila juga. Dia bilang akan menceraikan istrinya jika persoalan beres. Hufff...Untungnya temenku mulai sadar, dan bisa berkata putus padanya.

Kedok terbongkar

Beberapa lama kemudian. Temenku telepon dan cerita panjang lebar, bahwa Doni itu sudah berhutang padanya hampir 30 juta sejak mereka berkenalan. Wahhh kok bisa ? Itu semua karena rayuan, temenku tak berdaya. Apalagi prilakunya yang santun, postingan di FB yang berghiroh Islam. Si Doni memang sejak bertemu sudah mengaku dalam kebangkrutan usaha. Istrinya meninggalkannya sehingga temanku kasian.

Dimana kenalnya ? Nah ini unik untuk dishare dan jadi pelajaran teman-teman khusus wanita. Dia kenal di FB, Temanku baru cerita kepadaku setelah mereka putus. Jadi, temanku suka berkomentar di FB yang tentang mantan suaminya yang menjadi publik figur atas kasus korupsi seorang gubernur wanita yang cukup heboh beberapa waktu lalu. Ya..mantan suaminya menjadi orang dekat gubnernur itu. Santi benci sekali dengan mantan suaminya yang selingkuh hingga menyebabkan perceraian.

Komentar-komentar Santi tentang kasus Gubernur berkerudung itu rupanya menjadi perhatian Doni. Hingga akhirnya Doni meminta pertemanan. Kebetulan juga, temenku ini statusnya suka galau, dikhianati cowok, sedih yang nggak jelas. Galau-galau relijius gitu deh. Galau yang dibumbui ayat-ayat suci. Ibadah temanku memang bagus. Jadi dia bikin status cinta galau, sambil menguatkan diriya agar kuat dan sabar menghadapi cobaan hidup. Hmm rupanya ini makanan empuk Doni ambil hati. Dan berhasil banget, sampai temenku rela menyerahkan uangnya. Temenku PNS. Uangnya pas-pasan. Uang sejumlah kurang lebih 30 juta itu dipinjamkan kepada Doni dengan cara dicicil.  Nggak langsung  dalam jumlah 30 juta. Temenku memiliki  uang sebanyak itu dari pinjaman hasil gadai SK-nya. Dari gadai SK, dia bisa renovasi rumah. Dia sangat terbuka terhadap si Doni. Tanpa terasa, keterbukaannya membuat lubang baru atau kesempatan baru untuk orang menipunya dengan embel-embel supaya orang rasa kasian padanya.

Doni selalu berjanji dengan menyebut nama Allah untuk mengembalikannya. Tetapi sampai detik ini sejak mereka berhubungan sekitar November 2013 (ini waktu Santi ceritakan kepadaku), Santi  sebenarnya tidak mau menceritakan ini kepadaku. Tapi karena terdesak situasi, dia merasa dirugikan, akhirnya cerita juga. Alasan Doni pinjam katanya untuk proyek bukunya, urusannya dengan bisnis sebelumnya, bayar kontrakannya, dan sebagainya. Bahkan, setiap mereka ketemu, yang bayarin makan temenku.Hufff...Kata temenku, si B cuma bayar sekali waktu pertama kali. Ckckkck...tapi kalo ngomong agamis banget...Pulsa pun kerap minta temenku. Kalau tidak diberi, keluarlah ayat-ayat...

Aku geram sekali sama orang yang suka jual agama. Akhirya aku message Doni via FB. yang intinya menegaskan kepada dia supaya bayar hutanngnya. Dia ga balas malah ganti marah dengan temenku yang udah memberi tahu soal hutangnya. Temenku itu penakut juga. Aku kuatkan aja, jangan takut sama orang model gini. Masih ada Allah.

Dengan petunjuk Allah, Alhamdulillah temanku tahu siapa dia sebenarnya. Dari mana tahunya ? saya belum bisa membeberkan di sini. Karena proses masih berjalan. Biarlah Allah yang buka aibnya pelan-pelan. Ternyata dia itu memang penipu, yang sasarannya adalah wanita-wanita kerudung yang galau. Yang cirinya suka berstatus galau di FB dan ber-selfie ria. Perempuan yang tampak lugu, dan GR-an. Hmm saya sudah memililiki buktinya dari Santi langsung.

Dia manfaatkan wanita galau ini, salah satunya dengan mengeret uangnya. Dan, dia akan cerita dengan modus sama, yaitu suami yang terzalimi oleh istrinya. Dia pun simpatik banget. Memberikan KTP-nya dan meng-add pertemanan dengan teman-teman dekat korbannya. Simpatik banget..Tidak kentara kalau itu cuma modus. Sekarang, temenku di unfriend, dan dia berikan kontak hpnya untuk katanya bisa dihubungi  ahhha. Teman-teman dekat Santi yang pernah dia add, diunfriend juga. Jejak yang bersih. Dia janji mau bayar hutangnya..janji dan janji..sementara di Fbnya, dia pamer mobil baru, pamer kemesraan dengan anaknya, pamer status religius sebagai manusia sempurna. Kasian temenku tertipu oleh penipu yang jual agama.  Bukti, dia ber-message mesra dengan seorang "korban'-nya sudah kami simpan. .

Biarlah ini Allah yang tegur. Karena saya yakin suatu hari nanti pasti akan kena batunya. Si Doni ini dengan murahnya menebar pesona kepada korban-korban wanitanya. Dia juga begitu lembut tutur katanya. Tentu bagi yang sedang mencari pasangan hidup, menjadi menengok..Santi menyesal sekali. Dia berjanji tidak akan berstatus galau di FB, dan tidak mudah dirayu dengan kata-kata manis.

Hati-hati aja ya sobat semua. Jangan bikin status di FB yang secara langsung menunjukkan kita lemah. Apalagi suka pasang foto-foto narsis. Ini bisa jadi modus penipuan. Ini hanya salah satu contoh saja. Sengaja nama dan tempat saya samarkan. Karena ini masih dalam proses investigasi. Semoga Allah makin tunjukkan aib-aibnyaa dan menegur dia.



Oya, tentang status galau, ada juga nih beritanya :

http://inet.detik.com/read/2012/03/31/151046/1881963/398/waspada-polri-ingatkan-status-galau-di-bbm-bisa-pancing-kejahatan









Pendidikan Tinggi, Tidak Jaminan Orang Bisa Kerja




Mumpung lagi hangat soal pendidikan rendah Ibu Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti yang sukses jadi bahan nyiyiran di media sosial, aku jadi ingat tentang adikku, Mahyudi Khautama. Nggak nyangka juga sih, si bungsu ini berhasil jadi pria mandiri. Padahal, di jaman sekolah dulu, aduuh bikin tepok jidat.

Keluarga kami bukan dari keluarga kaya. Jadi, saya bisa mengerti mengapa bapakku geram dengan pola tingkah adikku yang "malas" sekolah. Dan, sepertinya, ia tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Sepertinya, dia sejak kecil tidak suka sekolah. Nilai-nilainya kebakaran kalau saat ambil raport. Bapak sampai malu. Sedangkan dua kakakknya lumayan berprestasi, termasuk aku yang selalu Alhamdulillah cemerlang. Apalagi adikku, swesti, selalu rangking tiga besar sejak SD. Kami pun berdua melenggang cantik ke perguruan tinggi negeri. Aku di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran dan swesti di Fakultas Teknk Busana, Universitas Negeri Jakarta.

Yudi ? hmm bikin ngelus dada. Dia sama sekali tidak mau belajar. Sukanya main terus. Tapi telaten kalau diminta membuat sesuatu prakarya, seperti membuat layang-layang, dan sebagainya. Guru-gurunya baik di SD maupun SMP, sudah pasra. Boleh dibilang, dia bisa naik kelas karena kebijakan. Waktu kelas 2 SD, bapakku tidak meminta Yudi dinaikkan. Karena memang belum bisa membaca dan berhitung. Terus berlanjut sampai kelas 6. Nilainya ngepas terus. Tapi kalau minta beli buku, paling kenceng. Inginnya semua buku dibeli. Tapi ga pernah dibaca. Aku juga waktu itu sudah nggak ada waktu untuk memperhatikan adikku ini. Karena sudah stress juga belajar. Sekolah unggulan di SMU 78 Kemanggisan Jakarta Barat, banyak menguras pikiranku. Aku juga belum mengerti tentang pendidikan. Jadi ya..menyalahkan adikku terus kalau malas belajar.



Sedih juga memikirkn adikku jika tidak berubah. Apalagi dia cowok satu-satunya di keluarga kami. Calon kepala keluarga. Kalo malas, bagaimana hidup anak-istrinya. Ini yang suka bikin aku gemas. Dia memang cenderung dimanjakan oleh ibuku. Apa aja keinginannya selalu dipenuhi kalau ada rezeki sehingga menganggap segalanya mudah.Sampai akhirnya lulus SMU. Aku dah wanti-wanti ke dia untuk mandiri, dan jangan merepotkan orang lain. Apalagi merepotkan orang tua yang justru harus dibantu.

Sejak SMU dia suka main band. Sepertinya hobinya bermain band mengalahkan pelajarannya di sekolah. Dia gigih belajar band dari teman-temannya. Uang jajannya habis cuma buat sewa studio. Sampai akhirnya, dia bisa memukul drum. Bahkan kata teman-temannya, Yudi bagus nge-drumnya. Dia kerap dilibatkan dalam berbagai pementasan grup band yang berbeda. Dia juga punya grup sendiri. Tapi sesekali waktu dia menerima kesempatan main dengan grup band lain. Dibayar ? Dia ngaku sih nggak. Cuma makan siang atau minum doang. Karena masih setingkat festival seni sekolah-sekolah. Dan, karena pementasan di sebuah sekolah pula, ia ketemu jodohnya. Tina Emeraldi Hutama.


Aku mulai memahami dunia adikku. Rupanya dia passionnya di seni. Dia juga bisa menulis lagu dan bermain gitar.Beberapa kali aku dipamerkan syair-syair lagunya. Bagus juga, bertema cinta dan persahabatan. Dia pernah juga serius membentuk grup band. Aku pun beberapa kali suka promosi keahlian adikku kepada teman-teman yang punya link ke pencari bakat. Hingga aku kenalkan dia ke temennya temenku di PMI. Katanya dia mantan manaajer sebuah grup band terkenal. Terjadilah hubungan antara manajer dan talentnya selama beberapa bulan. Kemudian, karena suatu alasan mereka tidak melanjutkan kerja sama lagi. Padahal adikku sudah memberikan lagu-lagunya yang direkam dari hasil menyisihkan uang jajannya. 

Karena sering nongkrong di studio, ia ditawari juga menjadi guru privat drum. Dan sering menjadi additional player. Kala itu, ia sudah berpacaran dengan Tina Emeraldi Hutama,cewek yang ditemuinya saat pementasan di sebuah SMK di Jakarta Pusat. Si pacarnya ini kurang senang jika Yudi bermain band. Mereka sering ribut karena hal ini. Sempet putus juga beberapa kali.

Dalam perjalanannnya, dia menyadari dunia band belum bisa memberikan hasil yang bagus. Memang butuh proses yang lumayan panjang jika untuk sukses di dunia musk. Apalagi adiiku juga bukan orang yg pandai menjual dirinya. DIbayar dan ngga dibayar dia mau aja, asal bisa mukul drum. Aku warning ke dia, agar mencoba melamar pekerjaan. Alhamdulillah, dia pun nurut dan nggak gengsian.

 Awalnya dia menjadi marketing online kartu kredit. Gajinya dibawah Rp 500 ribu. Tak berapa lama ia melamar lagi jadi cleaning service di sebuah perusahaan outsoursching. Aku nggak menyangka juga adikku mau menerima pekerjaan itu. Gajinya juga tidak sampai Rp 500 ribu. Aku tahu adiiku ini lumayan pemalas bersih-bersih di rumah. Kok mau juga jadi cleaning service di kantor. Gimana kalau tidak bersih, dia bisa dimarahin.


Dengan ditraing selama beberapa hari, Yudi lumayan cukup rapi dalam bekerja. Dari jam 7 pagi dia sudah membersihkan seluruh ruangan. Kemudian dilanjutkan lagi setelah makan siang. Jadi dua kali mengulang pekerjaan yang sama di pagi dan sore hari. Dia suka ngeluh juga karena bosnya cerewet, nggak boleh lihat orang duduk-duduk santai. Langsung disuruh kerja. Padahal kerjaannya sudah beres. Tapi ditabahin aja semuanya. Sampai akhirnya, dia dioper ke Bank BCA, Menara BCA, Slipi, Jakarta Barat. 

Untuk kepentingan tertib administrasi, Yudi dan teman-temannya diminta bikin CV dan interview dengan HRD. CV-nya juga aku yang buatin. Aku tambahi pengalaman kerja sebagai pengajar drum privat.

Hmm rupanya, pengajar privat drum ini menarik hati HRD BCA. Dalam proses interview yang ditanya bukan berkaitan cleaning service atau office boy, tetapi malah soal aktivitasnya nge-bandnya. Tak tahu apa yang dibisikkan Tuhan kepada HRD itu sehingga dari kalo tidak salah empat orang temannya, hanya Yudi yang dipisahkan. Dia ditawari jadi karyawan kontrak di bagian pembuat kartu ATM di BCA. Ruang kerjanya pun khusus seperti aquarium yang tersterilisasi. Dan, kata Yudi hanya dia yang tamat SMK. Yang lainnya minimal D3. Lama juga Yudi bekerja di BCA. Kurang lebih 3 tahun. 

Dunia band tetap tidak bisa dicabut dari passionnya. Sepulang kerja, dia menyempatkan diri nge-drum hingga larut malam. Aku prihatin dengan kondisi fisiknya. Tapi dia tidak merasa letih. Sampai suatu ketika ada sesuatu kejadian yang memaksanya untuk keluar dari situ. Ya, ada kesalahpahaman diantara temannya sehingga reputasinya jatuh dan dia harus keluar dari BCA. 

Dia tidak putus asa. Pasti ada hikmahnya dibalik kejadian itu. Intinya dia tidak boleh sembarangan dan harus pandai mengendalikan emosi. Ya, adikku ini emosinya suka tinggi. 

Aku carikan lowongan pekerjaan di koran. Alhamdulillah ada kesempatan di sebuah perusahaan seluler. Mereka tidak mencari yang expert, tapi mau kerja. Karena, nanti akan ada pelatihan dan training. Kembali Yudi aku buatkan lamaran dan diterima. Ia ditraining kurang lebih sebulan sampai ditempatkan di Cempaka Mas.  Seluler Shop, dengan bos India. 

Alhamdulillah adikku menemukan passionnya di situ. Dia cepat sekali menangkap ilmu handphone. Dia juga tanggung jawab dan rajin. Tak heran jika penjualannya bagus dan mendapatkan apresasi dari bosnya. Dengan modal kerja menjadi penjaga toko seluler, dia memberanikan diri untuk melamar pacarnya itu. 

Setelah menikah, prestasinya semakin bagus. Dia mulai diincar berbagai kompetitor. Dasar akal-akalan perusahaan, Yudi dengan berbagai cara terus ditahan sehingga tidak bisa keluar. Sementara dia tidak mendapatkan hasil yang menggairahkan. Bonusnya suka telat. AKhirnya Yudi nekat dan tidak mau lagi percaya dengan janji-janji akan menaikkan gaji. Yang dia pikirkan, bonusnya bisa keluar cepat. Jangan sampai berbulan-bulan. Dengan dorongan aku, akhirnya dia mau juga risain dan menerima tawaran LG sebagai trainer. Alhamdulillah gajinyaa naik dua kali lipat lebih. 

Kini, hampir dua tahun ia memberikan pelatihan kepada new comer LG di toko-toko seluler yang tersebar di sejumlah kota di Jakarta. Bahkan setiap ada produk baru, tugasnya adalah memberikan trainer. Selain itu, ia juga mensupervisi kinerja sales-sales LG di berbagai toko seluler. Hmm pekerjaann yang sejatinya adalah lulusan sarjana.

Semoga selalu sukses aja ya Yud dan diberkahi kebahagiaan bersama keluarga. Jaga kesehatan, jangan banyak merokok. Kurangi juga makan mie instan.

Prestasi Pengamen Jalanan Itu..



Sejak risain dua tahun lalu, sudah cukup lama juga aku tidak menjamah kehidupan jalanan di malam hari. Melihat dari dekat aktivitas pengamen yang dengan awasnya mata mereka melihat kondisi di dalam bis untuk ' live performance'.

Mereka bernyanyi riang, tertawa lepas, dan bersenda gurau dengan sesamanya. Sesekali waria menyambangi sambil menawari sebatang rokok..Keriuhan tetabuhan gendang bersama iringan melodi gitar dan seruling yg dimainkan sekelompok pengamen yang aku jumpai di terminal Blok M malam itu terlihat berbeda. Mereka bukan pengamen sembarangan. Iramanya mengalun teratur, enak didengar. Betah juga aku berlama-lama di sekitar mereka.

Tampak salah seorang dari mereka canggung memetik gitar ketika aku perhatikan..Sementara, teman-teman lain tersenyum enteng. Tanganku pun mulai antusias mengabadikan.
"Mba, kalo mau lihat kami tampil, besok mba di Grand Indonesia jam 10 pagi (23/10)," ujar Mas Coki, yang ternyata adalah "komandan"nya.

"Memangnya ada acara apa besok di Grand Indonesia ?" tanyaku mengakrabkan diri.
"Kami masuk final lomba musik ( saya lupa apa nama kompetisinya). Doain ya mba semoga menang." kata pria bertubuh ceking bertato temporer.



"Aamiin..Semoga berhasil ya. Hadiahnya apa nih ?" tanyaku. "Ada trophi dan uang 30 juta utk juara 1," jawab Mas Coki. Rupanya ia pernah kuliah di STISI Bandung dan beberapa akademi seni di Jakarta.
"Wahhh lumayan ya..!" ujarku. "Alhamdulillah mba. Hanya kami sendiri yang berasal dari pengamen jalanan. Keenam belas finalis kebanyakan dari sanggar ngetop..Salah satunya binaan Guruh Soekarnoputra,"jawab Mas Coki. Sambil ngobrol, beberapa pengamen jalanan mencium tangannya..Hmm
sepertinya Mas Coki begitu dihormati.

Dan, kelompok seni pengamen jalanan yang digagas oleh Mas Coki ini adalah jawara lomba seni musik. Detroid, mereka menamakan grupnya.
"Kami sudah 11 kali ikut lomba. Yang terakhir belum lama di DPR, festival musik 4 Pilar kami meraih juara 2. Hadiahnya rekaman dan uang 6 juta," terangnya.
Apa keunikannya sehingga menjadi juara ? "Kami memainkan alat musik tradisional juga, seperti rampak, seruling, dan sebagainya."

Mereka juga lumayan gaul. BNN kerap mengajak mereka dlm berbagai kegiatan kampanye anti narkoba. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, mereka pun melakukan aksi bersih-bersih terminal dengan sukarela.

Mas Coki membina dan membimbing sejumlah anak jalanan membuat alat musik seruling bambu.
Komunitasnya diberi nama Sudirman Communty. Nama Sudirman, itu lantaran mereka tinggal di 'basecamp' tanah kosong di Karet. Kini, mereka tinggal di Ciledug. Masih di "base camp' di lahan kosong yg sengaja dititipkan developer selama menunggu proses pembangunan. "Meski kami tinggal di lahan kosong, tetap kami jaga kebersihannya. Kami juga menanami dengan pohon." jelas Mas Coki yg telah menjadikan jalanan adalah dunianya. "Saya, pelaku seni jalanan,"

Semoga lombanya sukses ya Mas Coki. ..Aku bersalaman dan pamit dgn pria berbaju biru itu. Bis Blok M-Cawang telah menyambutku.






Setoreh Kisah Inspirasi dari Fotografer Tanpa Kaki



Dilahirkan dalam keadaan tidak normal, jujur sungguh terasa berat. Bukan hanya bagi diri yang menjalaninya, tetapi juga orang tua dan orang-orang terdekat yang berada di sekeliling. Cibiran, cemoohan, bahkan mengasihani pastinya menjadi makanan pokok sehari-hari. Ya itulah yang dialami Kevin Michael Cannoly. Pria kelahiran Helena tahun 1985 ini harus siap menelan kegetiran hidup tanpa kaki sejak lahir.

Selama perjalanan hidupnya, ia selalu melihat orang-orang yang terperangah melihatnya.  Melihat dengan bola mata penuh ketika berpapasan dengannya. Namun, hal itu tidak lantas membuat Cannoly malu, marah bahkan dendam. Justru sebaliknya, ia manfaatkan kesempatan orang-orang yang menatapnya dengan jepretan kamera. Ekspres-ekspresi orang menjadi nilai seni yang membuat dirinya terus merasa hidup.  Kini ia menjadi fotografer profesional yang karyanya mendunia.

Cannoly kecil hidup dalam lingkungan penuh kasih

Salut untuk kedua orang tua dan dua orang saudara perempuannya. Meski lahir tanpa kaki, mereka tak memperlakukan Connolly berbeda. Pada awalnya memang sulit. Ketika saatnya bayi seusianya belajar berjalan, Connolly justru menggunakan kedua tangannya untuk berpindah tempat.

“Orangtua saya seharusnya bisa berhemat karena mereka tak perlu membelikan saya sepasang sepatu. Tapi ternyata dalam seminggu saya bisa menghabiskan setengah lusin celana karena celana selalu bergesekan dengan tanah,” kata Connolly mengenang masa kecilnya.

Orangtuanya juga tak mengarahkannya untuk menggunakan kursi roda seumur hidup. Mereka tetap mengajarkan Connolly berjalan dengan anggota tubuh yang dimilikinya meskipun bukan kaki, yaitu kedua tangannya. Dan karena ia tak punya kaki, sebagai alas tubuh bagian bawahnya dibuatkanlah semacam “sepatu khusus”.




Sang ayah, lalu mengajarkannya berolahraga, mulai dari berenang hingga mendaki gunung. Ayahnya juga sering mengajaknya berkemah.  Itulah kenapa badannya fit. Naik gunung bagi yang tak punya kaki sudah pasti menyulitkan apalagi bagi Connolly yang praktis hanya mengandalkan kedua tangannya. Tetapi itu tak membuatnya mengeluh. “Saya adalah orang yang menggunakan tangan dua kali lebih sering ketimbang orang lain,” katanya.

Ketika usianya 10 tahun, ayahnya mulai mengajarkannya bermain ski dengan pakaian yang dirancang khusus. Ia juga belajar skateboard.

Studi Fotografi

Hobi fotografi didapatnya ketika kuliah di Montana State University bidang film dan fotografi. Suatu kali ketika keluar negeri (tahun 2006), Connolly mengunjungi Eropa. Seperti pelancong pada umumnya, ia pun membawa kamera.



Ketika tiba di Wina, Austria, ia tertinggal oleh rombongan keluarganya yang jalan lebih dulu. Pada saat itu Connolly menemukan sesuatu yang menurutnya janggal. Saat sedang memotret, orang-orang melihatnya penuh keheranan. Ini tentu bukan pertama kalinya melihat reaksi orang terhadapnya seperti itu. Tapi pada saat itu ia merasa jengah. Karena merasa kesal, ia potret saja orang-orang itu.

Ketika pulang baru ia sadari hasil fotonya menarik. Timbul keinginannya untuk mengabadikan berbagai reaksi orang ketika pertama kali melihatnya.

Berpetualang ke 15 negara

Pada tahun yang sama, Connolly mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pemuda dengan Selandia Baru. Kesempatan itu tak disia-siakannya. Namun beberapa bulan sebelum berangkat, ia ikut program televisi yang cukup populer “X-Games” yaitu lomba olahraga ekstrim. Ia ikut jenis olahraga ski.

Dengan keterampilan yang dimilikinya, ia berhasil meraih juara kedua dan mendapatkan medali perak serta sejumlah uang. Uang itu digunakannya untuk menambah biaya petualangannya. Setahun kemudian, Connolly berpetualang ke 15 negara dimulai dari Selandia Baru, kemudian ke sejumlah negara Eropa, lalu Malaysia dan Jepang. Selama perjalanan inilah ia mengabadikan foto orang-orang yang keheranan melihat dirinya yang tanpa kaki. Connolly berhasil membuat 32.000-an foto yang kelak dipamerkannya dan mendapat perhatian luar biasa. Ia juga menulis buku memoarnya dengan judul Double Take: A Memoir.

Foto itu bukti visual perjalanannya. Tetapi ia memiliki kenangan lainnya. Ketika di Selandia Baru, misalnya, ia mendengar seorang anak berteriak pada ibunya begitu melihatnya datang. Anak itu memanggil ibunya dan menyebut dirinya adalah korban gigitan hiu. Cerita berbeda ia dapatkan ketika mengunjungi negara lainnya.

Di Sarajevo, Bosnia, orang-orang mendekatinya karena bersimpati atas pengalaman buruk yang dialaminya. Orang itu mengira dirinya adalah korban perang Balkan tahun 1990-an. Waktu di Rumania lain lagi ceritanya. Ia malah mendapati banyak orang yang memberinya uang karena mengira dirinya pengemis. Tapi tak sedikit juga yang menganggapnya orang suci. Bahkan ketika pulang ke Amerika, ada saja orang yang menganggapnya tentara korban Perang Irak.

Tetapi ada kalanya orang menghampirinya hanya untuk menanyakan hal-hal kecil. Semisal, “Bagaimana kalau mau buang air?” Dan banyak pertanyaan lain yang memang normal diajukan tetapi sulit menjelaskannya.

Berbagai reaksi orang seperti itu sesuatu yang sulit dihindarinya. Tetapi itu justru memotivasinya untuk tetap tegar. “Ia adalah orang yang termotivasi oleh dirinya sendiri dan oleh orang lain,” kata seorang temannya mengenai Connolly.

Connolly sendiri berharap apa yang dilakukannya bisa memberikan inspirasi pada banyak orang. Tetapi sisi mana yang akan memberi inspirasi? Apakah ia ingin membuktikan bahwa orang seperti dirinya yang tak dikaruniai kaki juga bisa tak mau menyerah? “Saya kira satu-satunya cara untuk terus menjadi inspirasi adalah dengan terus melakukan apa yang bisa saya lakukan," paparnya.

Kini Connolly berprofesi sebagai seorang fotografer, pegiat film dan seni, juga olahragawan yang suka berpetualang ke tempat ekstrem. Semangatnya seperti orang normal. Bahkan melebihi rata-rata orang. Sungguh luar biasa!

Lantas bagaimana dengan kita yang dikaruniai kesempurnaan fisik ? Sudah sejauh mana memberikan manfaat untuk hidup yang dikaruniakan Tuhan.

Sumber : Andri Wongso  DLL


Tulisan ini juga diposting dalam media sosial www.doamu.com

Ketika Ibadah Haji Kehilangan Maknanya


Ini hanya sebuah renungan yang kerap membuat hati saya tergelitik.

Ketika orang yang sudah merasa mampu mengumpulkan sedikit demi sedikit rezekinya untuk berhaji, tapi harus tertegun lama menanti antrian pergi haji antara 10-15 tahun.

 Terlepas ini adalah ulah dari sistem manajemen haji yang kurang tepat di negeri ini, yang jelas ini menjadi evaluasi dan instrospeksi bagi yang pernah berhaji puluhan kali agar memberikan kesempatan kepada mereka yang belum. Alangkah bijaknya materi mereka yang berlebihan itu dialokasikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Uang Rp 20 juta sangat berharga untuk membantu permodalan usaha kecil, menolong orang di rumah sakit, membantu beasiswa pendidikan dan sebagainya...

Ini saya kutip dari tulisan Ali Mustafa Yaqub, Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta

Jamaah haji Indonesia yang pulang ke Tanah Air, bila mereka ditanya apakah Anda ingin kembali lagi ke Mekkah, hampir seluruhnya menjawab, ”Ingin. ” Hanya segelintir yang menjawab, “Saya ingin beribadah haji sekali saja, seperti Nabi SAW.”
Jawaban itu menunjukkan antusiasme umat Islam Indonesia beribadah haji. Sekilas, itu juga menunjukkan nilai positif. Karena beribadah haji berkali-kali dianggap sebagai barometer ketakwaan dan ketebalan kantong. Tapi, dari kacamata agama, itu tidak selamanya positif.

Kendati ibadah haji telah ada sejak masa Nabi Ibrahim, bagi umat Islam, ia baru diwajibkan pada tahun 6 H. Walau begitu, Nabi SAW dan para sahabat belum dapat menjalankan ibadah haji karena saat itu Mekkah masih dikuasai kaum musyrik.

Setelah Nabi SAW menguasai Mekkah (Fath Makkah) pada 12 Ramadan 8 H, sejak itu beliau berkesempatan beribadah haji. Namun Nabi SAW tidak beribadah haji pada 8 H itu. Juga tidak pada 9 H. Pada 10 H, Nabi SAW baru menjalankan ibadah haji. Tiga bulan kemudian, Nabi SAW wafat. Karenanya, ibadah haji beliau disebut haji wida’ (haji perpisahan). Itu artinya, Nabi SAW berkesempatan beribadah haji tiga kali, namun beliau menjalaninya hanya sekali.

Nabi SAW juga berkesempatan umrah ribuan kali, namun beliau hanya melakukan umrah sunah tiga kali dan umrah wajib bersama haji sekali.Mengapa?

Sekiranya haji dan atau umrah berkali-kali itu baik, tentu Nabi SAW lebih dahulu mengerjakannya, karena salah satu peran Nabi SAW adalah memberi uswah (teladan) bagi umatnya. Selama tiga kali Ramadan, Nabi SAW juga tidak pernah mondar-mandir menggiring jamaah umrah dari Madinah ke Mekkah.

Dalam Islam, ada dua kategori ibadah:
1.    Ibadah qashirah (ibadah individual) yang manfaatnya hanya dirasakan pelakunya.
2.    Ibadah muta’addiyah (ibadah sosial) yang manfaatnya dirasakan pelakunya dan orang lain.
Ibadah haji dan umrah termasuk ibadah qashirah. Karenanya, ketika pada saat bersamaan terdapat ibadah qashirah dan muta’addiyah, Nabi SAW tidak mengerjakan ibadah qashirah, melainkan memilih ibadah muta’addiyah.

Menyantuni anak yatim, yang termasuk ibadah muta’addiyah, misalnya oleh Nabi SAW, penyantunnya dijanjikan surga, malah kelak hidup berdampingan dengan beliau. Sementara untuk haji mabrur, Nabi SAW hanya menjanjikan surga, tanpa janji berdampingan bersama beliau. Ini bukti, ibadah sosial lebih utama ketimbang ibadah individual.

Di Madinah, banyak ”mahasiswa” belajar pada Nabi SAW. Mereka tinggal di shuffah Masjid Nabawi. Jumlahnya ratusan. Mereka yang disebut ahl al-shuffah itu adalah mahasiswa Nabi SAW yang tidak memiliki apa-apa kecuali dirinya sendiri, seperti Abu Hurairah. Bersama para sahabat, Nabi SAW menanggung makan mereka. Ibadah muta’addiyah seperti ini yang diteladankan beliau, bukan pergi haji berkali-kali atau menggiring jamaah umrah tiap bulan.

Karenanya, para ulama dari kalangan Tabiin seperti Muhammad bin Sirin, Ibrahim al-Nakha’i, dan alik bin Anas berpendapat, beribadah umrah setahun dua kali hukumnya makruh (tidak disukai), karena Nabi SAW dan ulama salaf tidak pernah melakukannya.

Dalam hadis qudsi riwayat Imam Muslim ditegaskan, Allah dapat ditemui di sisi orang sakit, orang kelaparan, orang kehausan, dan orang menderita. Nabi SAW tidak menyatakan bahwa Allah dapat ditemui di sisi Ka’bah. Jadi, Allah berada di sisi orang lemah dan menderita. Allah dapat ditemui melalui ibadah sosial, bukan hanya ibadah individual. Kaidah fikih menyebutkan, al-muta’addiyah afdhol min al-qashirah (ibadah sosial lebih utama daripada ibadah individual).

Jumlah jamaah haji Indonesia yang tiap tahun di atas 200.000 sekilas menggembirakan. Namun, bila ditelaah lebih jauh, kenyataan itu justru memprihatinkan, karena sebagian dari jumlah itu sudah beribadah haji berkali-kali. Boleh jadi, kepergian mereka yang berkali-kali itu bukan lagi sunah, melainkan makruh, bahkan haram.

Ketika banyak anak yatim telantar, puluhan ribu orang menjadi tunawisma akibat bencana alam, banyak balita busung lapar, banyak rumah Allah roboh, banyak orang terkena pemutusan hubungan kerja, banyak orang makan nasi aking, dan banyak rumah yatim dan bangunan pesantren terbengkalai, lalu kita pergi haji kedua atau ketiga kalinya, maka kita patut bertanya pada diri sendiri, apakah haji kita itu karena melaksanakan perintah Allah?

Ayat mana yang menyuruh kita melaksanakan haji berkali-kali, sementara kewajiban agama masih segudang di depan kita? Apakah haji kita itu mengikuti Nabi SAW? Kapan Nabi SAW memberi teladan atau perintah seperti itu? Atau sejatinya kita mengikuti bisikan setan melalui hawa nafsu, agar di mata orang awam kita disebut orang luhur? Apabila motivasi ini yang mendorong kita, maka berarti kita beribadah haji bukan karena Allah, melainkan karena setan.

Sayangnya, masih banyak orang yang beranggapan, setan hanya menyuruh kita berbuat kejahatan atau setan tidak pernah menyuruh beribadah. Mereka tidak tahu bahwa sahabat Abu Hurairah pernah disuruh setan untuk membaca ayat kursi setiap malam. Ibadah yang dimotivasi rayuan setan bukan lagi ibadah, melainkan maksiat.

Jam terbang iblis dalam menggoda manusia sudah sangat lama. Ia tahu betul apa kesukaan manusia. Iblis tidak akan menyuruh orang yang suka beribadah untuk minum khamr. Tapi Iblis menyuruhnya, antara lain, beribadah haji berkali-kali. Ketika manusia beribadah haji karena mengikuti rayuan iblis melalui bisikan hawa nafsunya, maka saat itu tipologi haji pengabdi setan telah melekat padanya.

Wa Allah a’lam.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang selalu disadarkan..Aamiin

Tulisan ini juga diposting pada media sosial www.doamu.com, media tempat berbagi yang inspiratif.

Kekuatan Pikiran Positif



Sobat yang baik, bagaimana kabar pikiranmu hari ini? Semoga terus terjaga pikiran positifnya ya. Sholat 5 waktu sebenarnya jika direnungkan dalam-dalam  adalah cara Allah untuk mengajarkan manusia agar selalu berfikiran positif. Percaya pada zat yang Maha Mengatur dan sunnatullah, bahwasanya perbuatan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

Menurut cerita  orang-orang sukses, mereka selalu membiasakan menyempatkan diri  beberapa menit setiap hari untuk merefresh lagi pikiran-pikirannya.  Karena mereka yakin,  pikiran positif akan membuat ketahanan tubuh dan jiwa meningkat. Hidup pun terasa lebih ringan sehingga bisa fokus terhadap tujuan yang ingin diraih. Pikiran postif adalah obat ampuh menangkal keluhan dan kemalasan.

Tentang pikiran positif ini, seorang peneliti dari Jepang yaitu Dr. Masaru Emoto pernah melakukan penelitian. Ia meneliti tentang kekuatan kata-kata positif, kata-kata negatif dan sebuah pengabaian. Untuk itu, ia menyiapkan 3 tempat/toples yang diisi air dan nasi.

Pada masing-masing toples ditempelkan label yang bertuliskan kata-kata sebagai berikut:

Toples A : “Kamu pintar, cerdas, cantik, baik, rajin, sabar, aku sayang padamu, aku senang sekali melihatmu, aku ingin selalu di dekatmu, I LOVE YOU, terima kasih.”

Toples B : “Kamu bodoh, goblok, jelek, jahat, malas, pemarah, aku benci melihatmu, aku sebel dan tidak mau dekat-dekat kamu.“

Kedua botol ini kemudian diletakkan di tempat terpisah dan pada tempat yg sering dilihat. Ia  berpesan pada istri, anak, dan pembantu agar membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol-botol tersebut.

Dan hasilnya setelah 1 minggu :
Nasi dalam botol yang padanya di bacakan kata-kata negatif ternyata cepat sekali jadi busuk dan berwarna hitam dan berbau tidak sedap.

Sedangkan nasi dalam botol yang padanya di bacakan kata-kata positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Sedangkan untuk botol ketiga yang tidak diberi label alias diabaikan/tidak dipedulikan, hasilnya ternyata nasinya lebih cepat membusuk dibandingkan dengan botol yang diberikan label”kamu bodoh”.

Dari penelitian ini, kekuatan pikiran memberikan dampak nyata bagi kehidupan. Bayangkan apa yang akan terjadi pada anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang di sekeliling kita. Bahkan binatang dan tumbuhan di sekeliling kitapun akan merasakan efek yang ditimbulkan oleh getaran-getaran yang berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka. Tanpa terkecuali, perlakuan terhadap diri sendiri. Pikiran negatif akan membuat diri semakin terpuruk.

Yuk, kita terus melatif diri untuk berfikir postif. Ingat loh, doa akan cepat terkabul jika pikiran kita optimis akan terkabul dan diberikan yang terbaik oleh Allah SWT.

Memulai Itu Sulit ? Solusinya : Lakukanlah !



Bagi sobat yang pernah menggunakan busway, bagaimana perasaanmu ketika melewati jalur busway di jalur Bendungan Hilir atau Dukuh Atas ? Hmm, jujur melihat panjangnya jalur dengan dakian dan turunan yang cenderung curam (licin), saya suka merasa cape duluan. Kebayang pegelnya betis. Apalagi kalau sedang membawa jinjingan dan ransel yang lumayan berat.  Ritual saya biasanya, narik nafas dulu dan berdiam sejenak sambil  berfikir “Bisa’. Alhamdulillah, sampai juga ke halte transit.

Atau pernahkah sobat mendapati keadaan, banyak kerjaan, tugas di kampus menumpuk, Tugas Akhir  tinggal di depan mata, cuma rasanya berat banget memulainya. Akibatnya, tugas nggak kelar-kelar, proyek baru gagal, atau kita menjadi manusia yang kurang berbahagia lantaran kerap diuber-uber pekerjaan dan mendapat cap sebagai orang yang kurang dipercaya. Hufff..

Memang banyak orang yang bilang, memulai suatu pekerjaan itu adalah fase tersulit dari pekerjaan itu sendiri. Belum lagi jika di kepala kita dihantui perasaan takut. Takut gagal, takut melakukan kesalahan, takut hasilnya tidak memuaskan, takut mengecewakan, dan sebagainya sehingga menyebabkan kita jadi tidak berbuat. Alhasil, malah tambah mengecewakan.

Solusiya : Bergerak ! Saya jadi teringat dengan salah satu kutipan yang berbunyi : When you don’t know how to get started..just do something ! Kalau kita tidak tahu bagaimana untuk memulai, lakukanlah sesuatu : memaksa diri untuk melakukan sesuatu.

Dimulai dari hal-hal kecil yang kita bisa. Tetapi dengan syarat, memulai melakukan tanpa keluhan. Keluhan akan membuat lebih berat karena energi kita  terbuang sia-sia. Bukannya fokus pada tujuan, tetapi malah fokus pada keluhan. Kemudian, memulailah dengan prioritas, yang paling penting dan mendesak dilakukan.
Soal hasil ? selama kita sudah maksimal berfikir, berbuat maksimal dan berdoa, sisanya biarlah Allah yang bekerja. Allah sendiri pun menegaskan hal itu, bahwasanya Allah menilai proses mencapai hasil atau tujuan,

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan (Q.S. At-Taubah [9] : 105)

Tentang keberhasilan “memulai” dan kesabaran menjalani proses, kita bisa belajar diantaranya dari sejumlah tokoh fenomenal sepanjang sejarah kehidupan manusia yaitu Thomas Alfa Edison,penemu bola lampu pijar dan Coloner Sanders-pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC).

Edison sangat bersabar menjalani percobaan gagal hingga 9.999 kali, dan baru pada percobaan ke 10.000 kali ia berhasi menemukan lampu pijar. Salutnya ketika banyak orang menilainya gagal, ia justru mengatakan, saya tidak pernah gagal. Hmm kebayang ya bagaimana ia harus terus memulai dan memulai ribuan kali.

Begitu pun Sanders, yang legowo ditolak sebanyak 1.009 kali ketika menjual resep ayam goreng tepungnya itu ke sejumlah restoran. Walt Disney saja, jatuh bangun sebanyak 302 kali hingga kini berhasil menjadi sebuah industri hiburan raksasa kebanggaan Amerika.

Mereka tidak pernah melihat hasil yang akan dicapai, tetapi fokus untuk menjalani proses menuju kesuksesan tersebut. Seandainya mereka lebih melihat pada hasil, tentu mereka akan menyerah karena usaha yang mereka lakukan tidak pernah terlihat hasilnya. Yang ada hanya frustasi.

So, sudah siap memulai ? 

Semoga Allah mudahkan dan lancarkan setiap ikhtiar kita. Aamiin.



Tulisan ini juga telah diposting dalam www.doamu.com, media sosial, tempat berbagi yang inspiratif.

Bahagia Dengan Memberi



Bagi sobat yang sedang merasa sedih, galau, gelisah atau gundah gulana, coba yuk atasi dengan memberi.  Memberikan sesuatu untuk orang-orang yang kita kasihi atau yang sedang membutuhkan. Tak harus berupa materi, tetapi dapat juga berupa jasa atau perilaku  yang menyenangkan orang lain. Yang teringan, tersenyum misalnya.

Keajaiban memberi  yang membuahkan kebahagiaan itu rupanya bukan sekedar nasihat loh. Tahun 2008 sudah ada penelitiannya. Kelompok pertama selalu membeli sesuatu untuk dirinya sendiri di akhir pekan, sedangkan kelompok kedua, memberikan sesuatu dalam besar yang sama pada orang lain. Alhasil, tingkat kebahagiaan kelompok kedua lebih tinggi daripada kelompok pertama. Penelitian lain yang diterbitkan Jurnal Science tahun 2008 juta membuktikan bahwa seseorang yang aktif dalam kegiatan sosial dan bermanfaat bagi orang lain, merasa lebih puas dan lebih bahagia.

Dailymail pernah pula melansir penelitian Michael J Poulin PhD, asisten profesor psikologi di Universitas Buffalo, bahwasanya  seseorang yang sering membantu orang lain lebih rendah mengalami gangguan stress.

Kebiasaan menolong menurut Greater Good Science berefek seperti drugs.Misalnya, bersedekah membuat bagian otak mengeluarkan hormon dopamin, yang memberikan efek bahagia. Dimana pada akhirnya berpengaruh pada kualitas kesehatan.

Rosullullah pun telah mencontohkan. Suatu ketika  Abu Hurairah sedang i’tikaf di Masjid Nabawi. Ia melihat seseorang yg duduk tidak jauh darinya. Tubuhnya pucat dan murung. Segera beliau menanyakan perihal masalah yang sedang dihadapi. Ternyata pria tersebut sedang mengalami kesulitan. Abu Hurairah pun segera mengajaknya ke rumah beliau sehingga i’tikafnya menjadi batal.
Lelaki itu, menanyakan, “Bukankah tuan sedang i’tikaf ?”
Beliau menjawab ,” Rasulullah saw pernah bersabda, “ Berjalannya seseorang untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, berhasil atau tidak, lebih baik daripada i’tikaf di masjidku selama satu tahun “

Sesungguhnya perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir dan setiap butir membuahkan lagi 100 biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Luas karunia-Nya dan lagi Maha Mengetahui (Al Baqarah: 261).

Mari kita hidupkan semangat berbagi. Memberi takkan membuatmu kekurangan, justru sebaliknya perasaan bahagia yang tak terbeli.

Pelajaran dari “Langkah” Seorang Prajurit



Seorang Profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara.

Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setiap kali, ia kembali ke sisi Sang Profesor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?" tanya Sang Profesor.

"Melakukan apa?" tanya Ralph.

"Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?" desak Sang Profesor.

"Oh," kata Ralph, "...saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal."

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

"Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah." katanya.
"Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya."

"Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain."

Akhlak mulia memang mendesirkan nurani. Berbondong-bondongnya orang masuk Islam di zaman Rosulullah, tak lain disebabkan oleh kemuliaan akhlak Rosulullah yang menggetarkan sanubari dan mampu melembutkan seorang yang keras Umar Bin Khattab.

Apalah artinya orang yang mengaku beriman, tetapi tidak mencerminkan akhlak yang baik. Padahal Rosulullah wanti-wanti berpesan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Dalam suatu riwayat dari Jabir, Rasulullah SAW bersabda :

’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu Umar, bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah dan amal apakah yang paling dicintai Allah Swt?”

Rasulullah SAW menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan."

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang  paling dicintai oleh Allah SWT. Aamiin ya Robbal’alamiin.

Tulisan ini juga diposting dalam www.doamu.com  Doamu, media sosial baru buatan orang Indonesia. Yuk berbagi inspirasi yang menentramkan hati

Belajar “Makan” dari Jerman



Pagi ini saya membaca postingan dari sebuah grub. Hmm jujur saya merasa malu. Sebagai negara yang mayoritas muslim tetapi dalam kesehariannya umat di negeri ini masih jauh sekali dari akhlak dan sikap yang Rosulullah ajarkan. Dari contoh kecil saja yaitu “tidak menghabiskan makanan dan berlebihan dalam makan”

Postingan tersebut bercerita tentang pengalaman orang Indonesia yang bertugas di Jerman. Sebuah negara yang taraf kehidupannya sudah mapan. Masyarakatnya juga majemuk terdiri dari berbagai bangsa dan agama.

Ia bercerita :
“ Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran. Kami melihat banyak meja kosong. Ada satu meja diduduki sepasang anak muda sedang makan. Di mejanya hanya ada dua piring makan dan dua piring minuman. Kelihatannya mereka sepasang kekasih.

Saya bergumam dalam hati, apa hidangan yang begitu simpel itu layak disebut romantis. Dan, apakah si gadis itu kelak akan meninggalkan pemuda yang kikir disampingnya itu..

Tak berapa jauh dari meja sepasang kekasih itu, ada sebuah meja yang diisi oleh beberapa wanita tua. Ketika makanan dihidangkan pelayan, mereka langsung menghabiskan sampai tidak bersisa di piring.

Kala itu, kami memang sedang lapar, sehingga rekan kami memesan makanan lebih banyak. Ketika selesai, di meja masih tersisa sepertiga dari makanan yang sudah kami pesan. Kami tak begitu mempedulikannya. Sambil ngobrol ringan kami langsung ngeloyor meninggalkan seonggok makan yang tersisa tersebut.

Baru kami hendak melangkah, tiba-tiba seorang wanita tua yang berada di meja tadi berbicara dalam bahasa Inggris menunjukkan ketidaksenangan terhadap kami yang meninggalkan makanan begitu saja di meja.

Lalu temanku berkata kepada wanita tua itu : "Kami yg bayar kok, bukan urusan kalian berapapun banyak makanan yg tersisa!” temanku agak sewot juga.

Melihat sikap yang emosi dari temenku, wanita-wanita tua itu langsung meradang. Salah seorang diantaranya segera mengeluarkan HP & menelpon seseorang. Tak berapa lama kemudian, datanglah seorang lelaki berseragam sekuriti sosial menghampiri mereka. Ternyata wanita-wanita tua itu protes lantaran kami menyisakan makanan di meja dengan sia-sia. Tanpa banyak berbicara, lelaki itu langsung menerbitkan surat denda Euro 50 (Sekitar R. 750.000) pada kami atas makanan yang tersisa tersebut.

Kami semua terdiam..
Petugas berseragam berkata dengan suara galak, :“PESAN HANYA YANG SANGGUP ANDA MAKAN. UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YANG KEKURANGAN. KALIAN TIDAK PUNYA ALASAN UNTUK MENSIA-SIAKAN SUMBER DAYA ALAM TERSEBUT.
Kontan ini membuat saya malu. Kerap karena gengsi, kita memesan makanan yang berlebihan ketika menjamu orang. Dalam kisah ini, pemosting menggarisbawahi : ‘Money si Yours But Resources Belong to The Society”

Membaca postingan itu, saya tertegun. Kita terlalu banyak berteriak di awang-awang tentang negara Islam, tetapi hal-hal kecil dan sederhana, persoalan menghabiskan makanan saja, kita terlalu lalai.

Betapa banyak ya, masyarakat kita banyak menggelar pesta meriah dengan hamburan makanan dan minuman berlimpah. Coba deh lihat di pesta pernikahan di sebuah gedung. Tetamu giat sekali memburu sajian makanan. Nafsu sangat bergelora. Belum habis makanan dipegang, sudah beralih ke meja lain. Khawatir kehabisan dan tidak kebagian. Akibatya, meja-meja menjadi saksi bisu onggokan makanan yang tidak habis. Seenaknya di taro di meja. Hmm tarik nafas kalo melihat hal ini.

Padahal Rosulullah wanti-wanti mengingatkan umatnya agar tidak berlebihan dalam menyantap makanan. Mengambil makanan secukupnya dan memakannya tanpa tersisa sedikit pun walau hanya berupa sebutir nasih yang menempel di jari tangan. Dari Jabir katanya, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun yang di jari seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah”.(HR. Muslim).

Pada riwayat lain, Rosulullah juga bersabda : ‘’ Tidak ada suatu tempat yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap makanan saja, asal dapat menegakkan tulang rusuknya. Tetapi bila ia terpaksa melakukannya, maka hendaklah sepertiga ( dari perutnya itu) diisi dengan makanan, sepertiganya dengan minuman dan sepertiganya lagi dengan nafasnya (udara, dikosongkan)” (HR. Imam Ahmad dan Turmudzi).

Hati Nabi Muhammad teramat peka terhadap kehidupan fakir miskin dan reaitas sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dalam sebuah sabda lain Rasul mengancam kepada seorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dalam masalah makanan sebagai orang yang bukan golongannya, yaitu: “barangsiapa makan sampai kenyang, sementara tetangganya merintih kelaparan, maka ia bukan termasuk golonganku”.

Dan, untuk menjaga keberkahan makanan yang masuk ke dalam tubuh, ucapkanlah nama Allah, bismillah dan akhiri dengan Alhamdulillah. Jika lupa, maka ucapkanlah ‘bismillahi awwaluhu wa akhiruhu’(dengan nama Allah dari mula hingga akhir). (HR. Turmidzi)

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu diberkahi Allah SWT. Aamiin ya Robbal'alamiin.

Postingan juga diuplod di media sosial www.doamu.com