Jual Daster Batik

Jual Daster Batik

Bahagia Dengan Memberi



Bagi sobat yang sedang merasa sedih, galau, gelisah atau gundah gulana, coba yuk atasi dengan memberi.  Memberikan sesuatu untuk orang-orang yang kita kasihi atau yang sedang membutuhkan. Tak harus berupa materi, tetapi dapat juga berupa jasa atau perilaku  yang menyenangkan orang lain. Yang teringan, tersenyum misalnya.

Keajaiban memberi  yang membuahkan kebahagiaan itu rupanya bukan sekedar nasihat loh. Tahun 2008 sudah ada penelitiannya. Kelompok pertama selalu membeli sesuatu untuk dirinya sendiri di akhir pekan, sedangkan kelompok kedua, memberikan sesuatu dalam besar yang sama pada orang lain. Alhasil, tingkat kebahagiaan kelompok kedua lebih tinggi daripada kelompok pertama. Penelitian lain yang diterbitkan Jurnal Science tahun 2008 juta membuktikan bahwa seseorang yang aktif dalam kegiatan sosial dan bermanfaat bagi orang lain, merasa lebih puas dan lebih bahagia.

Dailymail pernah pula melansir penelitian Michael J Poulin PhD, asisten profesor psikologi di Universitas Buffalo, bahwasanya  seseorang yang sering membantu orang lain lebih rendah mengalami gangguan stress.

Kebiasaan menolong menurut Greater Good Science berefek seperti drugs.Misalnya, bersedekah membuat bagian otak mengeluarkan hormon dopamin, yang memberikan efek bahagia. Dimana pada akhirnya berpengaruh pada kualitas kesehatan.

Rosullullah pun telah mencontohkan. Suatu ketika  Abu Hurairah sedang i’tikaf di Masjid Nabawi. Ia melihat seseorang yg duduk tidak jauh darinya. Tubuhnya pucat dan murung. Segera beliau menanyakan perihal masalah yang sedang dihadapi. Ternyata pria tersebut sedang mengalami kesulitan. Abu Hurairah pun segera mengajaknya ke rumah beliau sehingga i’tikafnya menjadi batal.
Lelaki itu, menanyakan, “Bukankah tuan sedang i’tikaf ?”
Beliau menjawab ,” Rasulullah saw pernah bersabda, “ Berjalannya seseorang untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, berhasil atau tidak, lebih baik daripada i’tikaf di masjidku selama satu tahun “

Sesungguhnya perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir dan setiap butir membuahkan lagi 100 biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Luas karunia-Nya dan lagi Maha Mengetahui (Al Baqarah: 261).

Mari kita hidupkan semangat berbagi. Memberi takkan membuatmu kekurangan, justru sebaliknya perasaan bahagia yang tak terbeli.

Pelajaran dari “Langkah” Seorang Prajurit



Seorang Profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara.

Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setiap kali, ia kembali ke sisi Sang Profesor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?" tanya Sang Profesor.

"Melakukan apa?" tanya Ralph.

"Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?" desak Sang Profesor.

"Oh," kata Ralph, "...saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal."

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

"Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah." katanya.
"Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya."

"Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain."

Akhlak mulia memang mendesirkan nurani. Berbondong-bondongnya orang masuk Islam di zaman Rosulullah, tak lain disebabkan oleh kemuliaan akhlak Rosulullah yang menggetarkan sanubari dan mampu melembutkan seorang yang keras Umar Bin Khattab.

Apalah artinya orang yang mengaku beriman, tetapi tidak mencerminkan akhlak yang baik. Padahal Rosulullah wanti-wanti berpesan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Dalam suatu riwayat dari Jabir, Rasulullah SAW bersabda :

’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu Umar, bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah dan amal apakah yang paling dicintai Allah Swt?”

Rasulullah SAW menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan."

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang  paling dicintai oleh Allah SWT. Aamiin ya Robbal’alamiin.

Tulisan ini juga diposting dalam www.doamu.com  Doamu, media sosial baru buatan orang Indonesia. Yuk berbagi inspirasi yang menentramkan hati

Belajar “Makan” dari Jerman



Pagi ini saya membaca postingan dari sebuah grub. Hmm jujur saya merasa malu. Sebagai negara yang mayoritas muslim tetapi dalam kesehariannya umat di negeri ini masih jauh sekali dari akhlak dan sikap yang Rosulullah ajarkan. Dari contoh kecil saja yaitu “tidak menghabiskan makanan dan berlebihan dalam makan”

Postingan tersebut bercerita tentang pengalaman orang Indonesia yang bertugas di Jerman. Sebuah negara yang taraf kehidupannya sudah mapan. Masyarakatnya juga majemuk terdiri dari berbagai bangsa dan agama.

Ia bercerita :
“ Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran. Kami melihat banyak meja kosong. Ada satu meja diduduki sepasang anak muda sedang makan. Di mejanya hanya ada dua piring makan dan dua piring minuman. Kelihatannya mereka sepasang kekasih.

Saya bergumam dalam hati, apa hidangan yang begitu simpel itu layak disebut romantis. Dan, apakah si gadis itu kelak akan meninggalkan pemuda yang kikir disampingnya itu..

Tak berapa jauh dari meja sepasang kekasih itu, ada sebuah meja yang diisi oleh beberapa wanita tua. Ketika makanan dihidangkan pelayan, mereka langsung menghabiskan sampai tidak bersisa di piring.

Kala itu, kami memang sedang lapar, sehingga rekan kami memesan makanan lebih banyak. Ketika selesai, di meja masih tersisa sepertiga dari makanan yang sudah kami pesan. Kami tak begitu mempedulikannya. Sambil ngobrol ringan kami langsung ngeloyor meninggalkan seonggok makan yang tersisa tersebut.

Baru kami hendak melangkah, tiba-tiba seorang wanita tua yang berada di meja tadi berbicara dalam bahasa Inggris menunjukkan ketidaksenangan terhadap kami yang meninggalkan makanan begitu saja di meja.

Lalu temanku berkata kepada wanita tua itu : "Kami yg bayar kok, bukan urusan kalian berapapun banyak makanan yg tersisa!” temanku agak sewot juga.

Melihat sikap yang emosi dari temenku, wanita-wanita tua itu langsung meradang. Salah seorang diantaranya segera mengeluarkan HP & menelpon seseorang. Tak berapa lama kemudian, datanglah seorang lelaki berseragam sekuriti sosial menghampiri mereka. Ternyata wanita-wanita tua itu protes lantaran kami menyisakan makanan di meja dengan sia-sia. Tanpa banyak berbicara, lelaki itu langsung menerbitkan surat denda Euro 50 (Sekitar R. 750.000) pada kami atas makanan yang tersisa tersebut.

Kami semua terdiam..
Petugas berseragam berkata dengan suara galak, :“PESAN HANYA YANG SANGGUP ANDA MAKAN. UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YANG KEKURANGAN. KALIAN TIDAK PUNYA ALASAN UNTUK MENSIA-SIAKAN SUMBER DAYA ALAM TERSEBUT.
Kontan ini membuat saya malu. Kerap karena gengsi, kita memesan makanan yang berlebihan ketika menjamu orang. Dalam kisah ini, pemosting menggarisbawahi : ‘Money si Yours But Resources Belong to The Society”

Membaca postingan itu, saya tertegun. Kita terlalu banyak berteriak di awang-awang tentang negara Islam, tetapi hal-hal kecil dan sederhana, persoalan menghabiskan makanan saja, kita terlalu lalai.

Betapa banyak ya, masyarakat kita banyak menggelar pesta meriah dengan hamburan makanan dan minuman berlimpah. Coba deh lihat di pesta pernikahan di sebuah gedung. Tetamu giat sekali memburu sajian makanan. Nafsu sangat bergelora. Belum habis makanan dipegang, sudah beralih ke meja lain. Khawatir kehabisan dan tidak kebagian. Akibatya, meja-meja menjadi saksi bisu onggokan makanan yang tidak habis. Seenaknya di taro di meja. Hmm tarik nafas kalo melihat hal ini.

Padahal Rosulullah wanti-wanti mengingatkan umatnya agar tidak berlebihan dalam menyantap makanan. Mengambil makanan secukupnya dan memakannya tanpa tersisa sedikit pun walau hanya berupa sebutir nasih yang menempel di jari tangan. Dari Jabir katanya, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun yang di jari seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah”.(HR. Muslim).

Pada riwayat lain, Rosulullah juga bersabda : ‘’ Tidak ada suatu tempat yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap makanan saja, asal dapat menegakkan tulang rusuknya. Tetapi bila ia terpaksa melakukannya, maka hendaklah sepertiga ( dari perutnya itu) diisi dengan makanan, sepertiganya dengan minuman dan sepertiganya lagi dengan nafasnya (udara, dikosongkan)” (HR. Imam Ahmad dan Turmudzi).

Hati Nabi Muhammad teramat peka terhadap kehidupan fakir miskin dan reaitas sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dalam sebuah sabda lain Rasul mengancam kepada seorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dalam masalah makanan sebagai orang yang bukan golongannya, yaitu: “barangsiapa makan sampai kenyang, sementara tetangganya merintih kelaparan, maka ia bukan termasuk golonganku”.

Dan, untuk menjaga keberkahan makanan yang masuk ke dalam tubuh, ucapkanlah nama Allah, bismillah dan akhiri dengan Alhamdulillah. Jika lupa, maka ucapkanlah ‘bismillahi awwaluhu wa akhiruhu’(dengan nama Allah dari mula hingga akhir). (HR. Turmidzi)

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu diberkahi Allah SWT. Aamiin ya Robbal'alamiin.

Postingan juga diuplod di media sosial www.doamu.com 

Cari Jodoh, Coba Lihat Sekelilingmu



Jodoh merupakan topik yang selalu hangat dibicarakan. Nggak usia anak-anak-, remaja dan  dewasa, topik ini selalu berkesan. Di masa anak-anak, disadari atau tidak, mungkin kita pernah membayangkan pacar atau pendamping hidup kita. Kita bermain peran, drama-dramaan menjadi ibu, bapak atau anak.

Anak saya Barra, belum genap 4 tahun, karena kerap bermain peran bersama teman-temannya, sudah langsung ngarep, kalo si Vina teman bermainnya adalah pacar Barra. “Barra nanti mau kawin ah sama Vina” Aduuhh...aku hanya bisa menepuk jidat nih. Hehe bisa jadi ini pengaruh sinetron atau barangkali ia langsung membayang kehidupannya nanti ketika dewasa setelah melihat foto pernikahan ayah dan bundanya. Jujur, saya juga pernah gitu sih hehehe #tutupinmuka 

Sebagaimana fitrah manusia dan sunnatullah, setiap mahluk memang diciptakan berpasang-pasangan untuk keberlangsungan kehidupan dan perasaan nyaman bahagia : QS Ar Ruum :21 : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Jadi jangan risau, galau, karena menanti jodoh. Saatnya tiba, pasti jodoh itu akan datang dengan cara yang tidak disangka-sangka. Karena Allah sudah mempersiapkannya untuk setiap hamba-Nya tanpa terkecuali. Tugas kita hanya mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berprasangka positif terhadap-Nya.

Saat pertemuan jodoh pun unik. Ada 1001 cara Allah tunjukkan kebesaran-Nya dalam proses menemukan jodoh. Contohnya saya yang bertemu jodoh di dunia online hahha..ini bahasannya nanti aja ya. Khusus. Dalam konteks ini, saya hanya mau menampilkan cerita bertemu jodoh dari pasangan  suami istri asal Inggris yaitu Aimee Maiden (25 tahun) dan Nick Wheeler (26 tahun).

Seperti dilansir Huffingtonpost.com, pada suatu ketika pasangan yang baru menikah ini membongkar foto-foto lama di rumah kakek dan nenek mempelai pria, Nick Wheeler. Tak dinyana, mereka menemukan foto keluarga Nick sedang bertamasya di Pantai Mousehole, tempat dimana Aimee tinggal. Kediaman Nick  dan keluarga waktu itu sangat jauh sekitar 482 km dari Pantai Mousehole.

Dalam foto yang diambil sekitar tahun 1994 itu menampilkan Nick sedang membangun istana pasir bersama adik dan sepupunya. Dan, di belakangnya, agak jauh dari Nick dan sepupunya, tampak Aimee ikut terpotret. Saat itu mereka tidak saling kenal. Mereka baru resmi berkenalan itu ketika kuliah.

Melihat foto tersebut, mereka saling berpandangan dan sekejap bulu kuduk merinding. Tak menyangkanya lagi, ternyata mereka melangsungkan pernikahan di pantai tersebut, lokasi tempat mereka pernah bertemu dan tidak saling kenal di masa kecil.
Sungguh Allah Maha Besar mengatur setiap jodoh hamba-Nya. Pasti banyak pasangan juga yang memiliki cerita unik menemukan jodohnya.

Ada yang mau share ?
Sumber : Vemale.com
Postingan ini juga dishare di www.doamu.com, media sosial, tempat sharing dan berbagi inspirasi

Nenek Masmatum, Penjaga Perlintasan Kereta



Kota Serang Banten, belakangan ini familiar dalam hidupku. Bukan karene memang sedang ramai kasus korupsi Gubernur dan aparatnya, tetapi lantaran Allah kasih kesempatan aku menjadi freelancer mengelola website dan publikasi milik Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten- Dinas Sosial Provinsi Banten selama kurang lebih setahun ini.

Setidaknya satu kali sebulan aku berkunjung menyambangi mbah-mbah di Balai. Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten merupakan salah satu unit di Dinas Sosial Provinsi Banten yang diamanahkan untuk mengurus lansia miskin dan terlantar baik yang terdapat di lingkungan daerah Banten maupun luar Banten. Saat ini daya tampungnya baru sebanyak 60 orang. Sementara, menurut pengelola Balai, di Banten terdapat lebih dari 4.000 orang lansia yang butuh perhatian.  Bisa jadi Nenek Masmatum salah satunya yang terkategori “terlantar” yang belum mendapatkan perhatian pemerintah.

Sosok Nenek Masmatun beberapa hari ini memang menjadi pembicaraan di media. Bagaimana tidak, selama 30 tahun, dengan sabarnya, ia menjaga perlintasan kereta tak berpalang pintu di Kampung Kemang, Cipocok,Serang, Banten.  Tanpa imbalan sepeser pun dari PT KAI.  Ironisnya, ini masih berada dalam satu lokasi dengan Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten di Jalan Cipocok. Dan, tak jauh pula dari rumah kediaman Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Hmmm


salah satu wisma di Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten

Alasannya sederhana sekali, karena semata ingin berterima kasih kepada PT KAI yang telah memberinya sebidang tanah yang telah disulapnya menjadi rumah sederhana, tepat berada di samping perlintasan kereta api. “Pemerintah sudah baik ngasih saya bangun rumah di tanah ini. Jadi, saya membalas kebaikan dengan cara seperti ini, yang saya bisa lakukan,” ujar Masmatun.

Dia mengaku tak meminta uang kepada siapapun. Namun, jika ada yang memberi, dianggap sebagai rezeki dari Allah yang diterima dengan baik. “Kalau ngga ada, ya ga mau minta,” katanya.  Pancaran matanya, tak menutupi semangatnya membalas budi.  Sesekali ia mengelap keringat yang menetes di dahinya yang berlipat tua. Tampak lipatan-lipatan kulit lusuh terbakar matahari.

 Setengah membungkuk dan berlari kecil, nenek yang bercucu ini mengacung-ngacungkan plang bertanda berhenti.  Tak peduli, mentari  telah berganti baju siang atau malam, begitu jarum jam telah menunjuk ke jadwal kereta, ia langsung berlarian menuju perlintasan tak berpalang itu. Seketika teriakannya menghentikan kendaraan yang ingin melintasi. Subhanallah.

lansia dipelihara penuh kasi di Balai

Aku bertekad ketika ada jadwal ke Serang, ingin rasanya bisa bersua dengen nenek hebat ini. 

Ya, Allah aku memohon kepadamu, sehatkan selalu Nenek Masmatun. Bahagiakan selalu hatinya. Berkahilah kehidupannya, dan angkatlah ia ke derajat kemuliaan yang tinggi. Semoga para penguasa Banten atau pemimpin Banten bisa lebih memperhatikan rakyat kecil seperti Nenek Masmatun. Aamiin ya Robbal’alamin.

Postingan ini juga di posting ke www.doamu.com. Doamu.com adalah salah satu media sosial yang dibuat menyerupai facebook. Media ini diciptakan dengan tujuan memberikan inspirasi kepada umat manusia dalam menjalankan amanah hidupnya.

Gemar Makan Ikan Asin ? Simak Ini !



Siapa yang gemar ikan asin ? Yuk cung ! Pasti banyak ya. Secara gitu loh Indonesia penghasil ikan asin yang diperhitungkan di dunia. Ikan asin menjadi makanan khas penduduk negeri ini. Baik di pedesaan maupun di perkotaan, ikan asin membuat hidup bergairah :).

Memang,  bagi penggemar ikan asin, rasanya hidup begitu hambar jika makan tanpa ada ikan asin. Apalagi jika ditemani sambal pedas. Hmm, kalau kata Om Bondan Winarno, Mak nyuss. Penat di otak, langsung luruh.  Makanya, penjualan ikan asin di Indonesia, laris manis. Mulai dari harga rendah sampai tinggi tersedia di pasaran. Supermarket moderen pun sekarang banyak memajang aneka ikan asin yang "tampak luar" menggairahkan bentuknya.

Karena banyaknya permintaan dan untung besar, sejumlah pedagang ada yang nakal nih. Mereka mencampuri ikan asin dengan pengawet formalin agar terlihat lebih segar juga tahan lama. Padahal ikan asin yang benar-benar diolah dari baluran garam yang dijemur di terik matahari itu dalam suhu kamar (tanpa es), satu hari saja sudah tidak kuat. Dan, dari segi penampakan memang tidak menarik.

Apa sih sebenarnya formalin itu ?

Formalin adalah nama dagang larutan formaldehida dalam air dengan kadar 36-40%. Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptik, germisida, dan pengawet. Formalin mempunyai banyak nama kimia diantaranya adalah Formol, Methylene aldehyde, Paraforin, Morbicid, Oxomethane, Polyoxymethylene glycols, Methanal, Formoform, Superlysoform, Formic aldehide, Formalith, Tetraoxymethylene, Methyl oxide, Karsan, Trioxane, Oxymethylene dan Methylene glycol.

Formaldehid yang terkandung dalam formalin bersifat racun, hal ini disebabkan adanya gugus CO atau aldehid. Gugus ini bereaksi dengan amina yang terdapat pada protein dan menghasilkan metenamin atau heksametilentetramin

Kegunaan Formalin ?

Bahan formalin selain digunakan sebagai desinfektan, juga dipakai dalam produksi produk-produk kimia untuk industri. Pengawetan mayat juga menggunakan formalin.

Apa saja bahaya formalin ?

Bahaya, tentu saja banyak. Dalam jangka panjang menyebabkan gangguan sakit kepala, gangguan pernapasan, radang selaput lendir, luka pada ginjal, dan sensitasi pada paru-paru. Tak hanya itu, secara neuropsikologis, bisa menyebabkan gangguan tidur, cepat marah, keseimbangan terganggu,
kehilangan kosentrasi dan daya ingat berkurang, gangguan kemandulan pada perempuan. Selain itu, kanker pada hidung, rongga hidung, tenggorokan, paru-paru dan otak. Wahh...

Ciri ikan asin yang berformalin :

1. Tidak rusak sampai sebulan (25 derajat Celsius).
2. Warna daging ikan putih bersih, tidak mudah hancur, cenderung alot, sulit dirobek oleh tangan
3.  Bau formalin. Bahkan tidak beraroma. Tidak berbau khas ikan asin
4.  Kulit ikan terlihat cerah mengkilat
5. Tidak dihinggapi oleh lalat bila diletakkan di tempat terbuka. Kucing pun enggan mendekat.

Sedangkan, ikan asin yang TIDAK berformalin :

1. Warna ikan asin ada yg kecokelatan
2. Aroma masih khas ikan asin
3. Dagingnya rentan / mudah hancur
4. Banyak lalat yang hinggap

So, mau pilih yang mana nih ?

Atau kalau masih dilema nih dengan penampakan "tidak asyik" dari ikan asin yang sehat. Bisa coba Abon Jambrong Unia, yang terbuat dari ikan Jambrong segar yang diolah asin-pedas. Tanpa MSG apalagi pengawet formalin. Lebih sehat dan aman.

Untuk pemesanan, dapat menghubungi via telpon/sms/whatsapp no 081283624325


Tanamanmu, Rezekimu !


Sobat yang baik hati, apa kabar dengan tanamanmu di rumah ?
Apakah tumbuh subur dan berkembang sehingga meneduhkan halaman pekarangan rumah kita..?
Sungguh berbahagialah orang-orang yang sepenuh hati merawat tanamannya. Karena, Allah akan berikan ganjaran pahala yang berlipat ganda tak terputus meski nyawa meninggalkan jasad. Keberuntungan dan kebahagiaan senantiasa menyertai

Tentu sobat pernah mendengar hadis Nabi  :
إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ‏‎ ‎انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ‏‎ ‎مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ‏‎ ‎صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ‏‎ ‎يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ‏‎ ‎صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya.” [HR. Muslim dalam Kitab Al-Washiyyah (4199)].
Sedekah jariyah menurut penafsiran para ahli ilmu banyak macam dan jalannya, seperti membuat sumur umum, membangun masjid, membuat jalan atau jembatan, menanam tumbuhan baik berupa pohon, biji-bijian atau tanaman pangan, dan lainnya

Jadi, menanam dan merawat tanaman dengan baik dikategorikan sebagai sedekah dan amal jariyah. Soal tanaman ini, Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,



مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا‎ ‎أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ‏‎ ‎مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ‏‎ ‎بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ‏‎ ‎صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab AL-Muzaro'ah (2320), dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)]
Seorang muslim yang menanam tanaman tak akan pernah rugi di sisi Allah -Azza wa Jalla-, sebab tanaman tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh manusia dan hewan, bahkan bumi yang kita tempati. Tanaman yang pernah kita tanam lalu diambil oleh siapa saja, baik dengan jalan yang halal, maupun jalan haram, maka kita sebagai penanam tetap mendapatkan pahala, sebab tanaman yang diambil tersebut berubah menjadi sedekah bagi kita. 

Kata Rosulullah:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا‎ ‎إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ‏‎ ‎لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ‏‎ ‎لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ‏‎ ‎السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ‏‎ ‎صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ‏‎ ‎فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا‎ ‎يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ‏‎ ‎لَهُ صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya.” [HR. Muslim dalam Al-Musaqoh (3945)]



Subhanallah sungguh mulia orang yang perhatian terhadap tanaman. Jadi ingat dengan petani . Pasti pahalanya luar biasa. Di tengah terik mentari, mereka telaten menyiangi sawahnya sampai melahirkan bulir-bulir padi yang sehat untuk diolah menjadi beras dan nasi. Petani buah, sayur-sayuran, dan sebagainya yang tiap hari kita konsumsi.  Pahalanya akan mengalir selama pohon dan tanaman itu masih ada.

Saking besarnya manfaat bertanam dalam suatu riwayat Rosulullah mengingatkan :
إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ‏‎ ‎أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ‏‎ ‎اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى‎ ‎يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ
“Jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seorang di antara kalian terdapat bibit pohon korma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah.” [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (3/183, 184, dan 191), Ath-Thoyalisiy dalam Al-Musnad (2068), dan Al-Bukhoriy dalam Al-Adab Al-Mufrod (479). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 9)]

Seorang pengusaha sukses yang gemar tanaman juga pernah mengatakan, jika bisnismu ingin maju, pelihara dan rawatlah tanaman yang ada di rumahmu dengan baik. Jangan sampai mereka menjadi seonggok batang kayu yang rapuh.  Kamu selalu ingin rezekimu dijamin keberkahannya oleh Allah, maka mulailah merawat tanamanmu dengan baik. Mari kita lebih memperhatikan kehidupan tanaman kita !

Nah, suamku yang sedang berbisnis, mencoba menerapkannya, Alhamdulillah bisnis ekspedisi suami saya berjalan lancar dan berkah :)


Mengatur Jadwal Posting Twitter dengan Tweetdeck

Wahhh senang sekali begitu mengetahui ada aplikasi twitteran yang begitu lengkap. Jujur, aku rada katro banget nih soal twitteran. Punya account twitter lama, tapi hehe jarang diupdate.  Masih fokus di facebook. Tapi rupanya Tuhan menggiringku mencari nafkah lewat sosial media. Ga nyangka banget begitu risain, dapat beberapa proyek mengelola media sosial.

Heheh bukan suatu kebetulan juga, klienku yang EO baru pertama menggunakan jasa media sosial buat benefit suatu event ke kliennya. Jadi, judulnya kita  sama-sama perdana main di media sosial. Modal saya, Alhamdulillah cuma PD dan reputasi saja.  Kata teman-teman sih saya terpercaya soal tanggung jawab. So, bungkus deh.

Awal mengelola media sosial, rempong banget..Tegang tingkat tinggi. Karena nggak biasa ngupdet kontinyu. Alhamdullah di tengah kerempongan, kemana-mana bawa gajet, akhirnya sukses juga. Cuma jangan ditanya follower ya, heheh masih belum mahir nyari follower banyak. Saya cuma dongkak lewat kuis, games dan lomba-lomba. Sempet tergoda pakai jasa tambah follower, cuma masih ragu. Jangan-jangan account kita malah dihack. Dan, kebanyakan juga yang bilang, followernya robot. Percuma aja punya follower banyak tapi robot, bukan human. Tapi katanya ada juga sih yang menawarkan jasa follower asli orang. Nanti deh mau dijajaki dulu. 

Sekarang saya mau cerita tentang tweetdeck. Dari awal saya menerjuni profesi writerpreneur-social media specialist, sempet ngayal gitu twitter bisa diatur jadwal postingnya. Fanpage kan udah ada. Jadi nggak gitu repot. Kalau kita ada meeting atau kayak aku emak-emak yang ngurus anak, ngga keganggu karena harus megangin smartphone mulu.

Hasil browshingan, saya menemukan artikel cantik berjudul
3 AplikasiMenjadwal Status Fanpage Facebook dan Social Media Lainnya  Langsung saya coba tweetdeck. Hasilnya wahhh asyik banget. Benar-benar solusi bagi para pekerja social media. Dari Wikipedia, Tweetdeck adalah sebuah aplikasi dekstop streamreader yang didirikan oleh Ian Dodworth. Seperti aplikasi twitter pada umumnya. Tweetdeck memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima pesan dari pengguna twitter. Ya secara umum sama fungsinya dengan twitter. Bedanya, di tweetdeck, kita bisa mengatur jadwal posting, mengetweet sekaligus  dari account yang kita punya  dan sebagainya.

Di sini saya jelaskan dikit ya tentang cara mengatur jadwal posting twitter 

1. Masuk dulu ke tweetdeck
    Masuknya bisa melalui alamat account twitter kita. Kayak gini gambarnya.


2. Sebelum kita atur postingan. Kita bisa setting dulu mau berapa account yang kita masukkan. Ini kalau kamu punya lebih dari satu account ya. Kalo cuma satu, yaa nggak usah. Untuk memasukkan account-account kita,  pilih "setting" di bagian terbawah ya. Di situ ada menu account, tinggal daftarkan aja alamat account kita. Persis seperti kita mau sign in di twitter. Masukkan email kita dan password yang sama dengan ketika kita mau aktifkan twitter. Ini saya sudah daftarkan 3 account saya.



3. Cara posting. Kamu pilih 'New Tweet". Nanti akan terpampang account kita. Kalo kamu mo ngetweet langsung dari tweetdeck juga boleh. Bisa satu per satu posting sesuai accountnya. Atau bisa berbarengan sekaligus. Tinggal check list aja account yang mau kita pilih. Jika kita tidak ingin posting sekaligus dengan pesan yang sama, ya pilih satu saja yang dicheck list. Kalau mau semuanya sekaligus dengan pesan sama, tinggal check list semuanya. Ini saya mau posting salah satu saja.



3.Baru deh atur jadwalnya.Pilih tanda "jam". Di situ tertera jam dan tanggal. Kamu bisa atur. Ini seperti kamu mengatur jadwal postingan blog saja. Tapi jangan bingung ya PM dan AM-nya. Salah-salah yang kita mau posting untuk siang hari jam 12;10 wib. Malah jadi jam 12:10 malam. Setelah waktunya diatur, tekan menu "tweet on". Udah deh dipublish. Di sini kamu bisa posting lebih dari 10.






Nah sekarang tinggal kamu pikirkan materi-materi apa yang bakal diuplod untuk jadwal tertentu. Kalau sudah terjadwal begini, kita jadi leluasa mengerjakan aktivitas yang lain dan yang pasti nggak mengimejkan kita sebagai 'autis" hehehe karena mata dan tangan hanya tertuju pada gajet. Selamat mencoba ya sobat semua. Maaf tutornya yang tidak jelas ya..







 

Macet Melahirkan Martabak Lumpia





Sebelumnya tak pernah kepikir oleh Pak Parno berjualan martabak telor lumpia di lingkungan rumahnya. Alasannya berjualan cukup simpel, ia sudah bosan dan lelah dengan kemacetan di jalan.

Maklum selama lebih dari 20 tahun, bapak beranak dua ini bersama taksinya mengarungi ruas-ruas jalan ibu kota. Dilanjut kurang lebih 5 tahun menjadi freelancer supir antar kota sebuah perusahaan ekspedisi terkemuka. 

Kondisi jalan yang tdk baik, ditambah kesemrawutan lalulintas membuat jenuh dan letih ketika harus berhari-hari hidup di jalan. Bermodal gerobak kecil, dan ketrampilan mengolah martabak dari istrinya, ia mantab menjalani profesi barunya.




Harga martabak yg dijajakan juga pas di kantong anak-anak sekolah. Dipatok harga Rp 2000 utk dua butir telor puyuh dan selembar kulit lumpia. Sedangkan konsumsi ibu-ibu, cukup membayar Rp 4000 dengan sebutir telor ayam dan 3 kulit lumpia. Dalam tempo setengah hari ia bisa menghabiskan sekilo telor ayam dan beberapa pak telur puyuh. Faktor kebersihan warung dan gurihnya bumbu menjadi pemikat pembeli.



Anakku, Meili senang sekali dengan martabak telor puyuh ini. Melihat kakaknya berhasil jualan penganan anak, sang adik juga ikutan berjualan di lokasi berbeda. Mereka mangkal di sejumlah sekolah. Ada niat juga Pak Parno membiakkan gerobak martabak lumpia ini. "Yaaa, semoga saja bisa berkembang mbak.." ujar Pak Parno

Diakuinya, kendati penghasilan dari martabak tidak sebesar sewaktu menjadi supir, setidaknya ia bisa terbebas dari kemacetan yg memang makin parah di jalan.

Kemacetan ternyata menginspirasi seseorang mjd enterpreneur. Bagaimana dengan dirimu ? Masih ingin tua di jalan krn macet ?

Testimoni Klikhotel : Responsif Melayani Klien


Ini adalah kali kedua saya memilih Klikhotel menjadi partner dalam pemesanan/booking hotel. Sebelumnya saya memang belum pernah menggunakan jasa reservasi hotel online. Saya terbiasa sepenuhnya diurus oleh kantor ketika liputan ke luar kota. Begitu saya risain, saya merasakan kesulitan ketika bepergian yang membutuhkan akomodasi hotel, terutama mau liburan bersama keluarga.

Banyak situs booking hotel online ditawarkan. Teman-teman pun merekomendasikan sejumlah situs beken yang katanya lebih murah. Saya jelajahi berbagai situs tersebut. Selisihnya memang tidak banyak. Tetapi hhehe orang Indonesia selisih Rp 5000-20.000 bisa langsung pindah ke provider lain. Penawarannya juga menggiurkan. Ada sejumlah hotel yang didiskon lebih dari 50 %.  Ada juga yang sama harganya di berbagai situs booking hotel. Namun jangan terkecoh juga, harga yang tertera belum termasuk pajak. Jadi tampak luar memang lumayan hematnya. Anda harus mengkalkulasi sendiri rate hotel dan pajak yang dikenakan.

Diantara situs booking online itu ada yang menarik hatiku. Situs ini sudah sangat beken. Jumlah testimoninya banyak. Hanya saja  tidak mengakomodir untuk pembayaran via transfer bank sehingga menyulitkan bagi yang tidak memiliki kartu kredit seperti saya. Saya browshing lagi situs booking hotel yang menyediakan fasiitas pembayaran via transfer bank. Dan, pilihan itu tertuju pada klikhotel.

Dari segi jumlah hotel yang bekerja sama, memang tidak banyak dibanding dengan situs booking hotel lainnya. Testimoni tentang hotel juga sedikit. Untuk mendapatkan informasi lebih detil tentang pengalaman menginap, saya harus browshing lagi  ke sejumlah situs lainnya. Soal harga, klik hotel tidak begitu berbeda. Rasanya saya sudah mulai letih juga cari komparasi. Biarlah beda-beda dikit, yang penting pembayarannya via transfer bank.

Bookingan pertama saya pada minggu ketiga Mei 2014.  Waktu itu saya ada acara di Bandung selama seminggu. Untuk hotel selama saya bekerja sudah diurus oleh kantor klien. Tinggal untuk keluarga yang ingin berlibur, saya harus urus sendiri. Saya booking untuk dua hotel, yaitu Pop Harris Bandung (tempat saya menginap mengerjakan proyek sosial media Pameran Produksi Indonesia 2014), dan Marbella Suite Bandung. Kami menginap dua malam di dua hotel berbeda. Kebetulan untuk hotel Marbella Suite sedang ada diskon spesial, lumayan selisihnya.  Saya booking tengah malam dan langsung melakukan pembayaran via sms banking. Pagi harinya saya  mendapatkan email konfirmasi pemesanan. Ketika hari H, saya pun tinggal check in tanpa menunjukkan voucher, cuma KTP keperluan data diri dari pihak hotel. Praktis.

Beberapa hari kemudian, klikhotel meng-email saya kembali untuk testimoni. Saya langsung merespon testimoni kedua hotel tempat saya menginap. Imbalannya dari klik hotel, setiap review hotel atau testimoni, saya memperoleh 5.000 point dan mendapatkan gift voucher hingga Rp 500.000 kalau terpilih sebagai “best review”. Sekitar dua hari kemudian, saya ditelepon oleh customer service klikhotel yang memberitahukan review saya telah diterima dengan baik dan mendapatkan point 5000 juga gift voucher Rp 5000.

Momen liburan Idul Fitri, saya kembali melakukan reservasi hotel via klikhotel. Memang agak mendadak pemesananannya. Kami pesan di high season, sudah barang tentu banyak hotel yang terbooking. Apalagi Yogyakarta yang merupakan destinasi wisata favorit di Indonesia. Wuihhh hotel panen tamu.

Saya dan Meili, anak saya mencari hotel yang sesuai dengan bujet di klik hotel. Pilihan kami jatuh pada Hotel Rengganis yang terletak di jalan Ngadinegaran, Mantrijeron, Yogyakarta. Dari foto yang ditampilkan di klikhotel dan website hotel Rengganis, hotel yang berdesain interior klasik Yogya ini cukup nyaman. Ada kolam renang. Saya melihat testimoninya juga cukup bagus sebagai hotel keluarga. Harganya pas sekali di kantong, Rp 510.000 untuk dua malam (penawaran spesial). Wahhh keren sekali. Kami segera mentransfer via sms banking BCA. Selain BCA, bisa transfer via Bank Mandiri, BNI, BII, CIMB Niaga dan ATM Bersama.

Tanggal 27 Juli sore kami booking dan langsung bayar. Dalam hitungan menit, kami sudah mendapatkan email konfirmasi dari klikhotel yang menerangkan hotel tersebut ready digunakan. Saat itu email gmail saya bermasalah sehingga tidak bisa membaca pesan pemberitahuan yang sudah masuk. Kemudian, saya SMS ke klikhotel, mereka langsung menjawab perihal konfirmasi pemesanan saya.


Keesokan harinya tanggal 28 Juli pukul 09:54 (Idul Fitri), saya menerima SMS dari Ibu Gita, staf hotel Rengganis. Menurutnya via SMS, bookingan saya harus diupgrade menjadi Rp 450 ribu per malam, karena high season.  Kalau kami berminat, diminta segera melakukan pembayaran sisanya sekitar Rp 400 ribu secepatnya. Hmm..sempet agak kecewa dengan Klikhotel yang tidak memberitahu hal ini.  Tidak ada note sedikit pun dari Klikhotel tentang perbedaan kebijakan ini. Setelah diskusi dengan suami, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan dan mencari hotel lainnya. Ibu Gita berjanji akan mengembalikan uang kami tanpa potongan secepatnya paling dalam waktu seminggu setelah pihak klikhotel mentransfer pembayaran saya ke Rengganis.

Pada saat bersamaan, pada pukul 10:11 wib, saya SMS klik hotel untuk memberitahu permasalahan tersebut. Dari klikhotel, Pak Erick segera menanggapi. Ia berjanji akan memprosesnya alias mengkonfirmasi kembali kepada pihak Hotel Rengganis. Pada pukul 11:32, saya mendapatkan SMS dari Pak Erick, yang memberitahukan pemesanan hotel saya tidak ada masalah. Hotel siap dipakai. Ia menyebut Pak Edo dari pihak hotel Rengganis telah menyetujui bookingan saya. Lah...bagaimana ini ? Kok berbeda lagi. Saya sampaikan respon dari Ibu Gita tentang tidak adanya diskon. Pak Erick tetap berkeyakinan pihak hotel Rengganis telah menyetujui voucher saya. Untuk kepastiannya, Pak Erick akan menghubungi Ibu Gita. Saya pun SMS Ibu Gita tentang progress perbedaan ini.

Tak beberapa lama, Pak Erick menelpon untuk mengabarkan bookingan saya tidak bisa diterima kecuali saya menambah sekitar Rp 400 ribu. Ibu Gita juga menyampaikan hal yang sama. Pak Erick menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan berjanji akan me-refund secepatnya setelah saya memberi tahu rekening. 


Benar saja, begitu saya beri tahu rekening, saya mendapatkan pesan via email yang menegaskan refund akan dilakukan selama 2 x 24 jam, bukan seminggu seperti yang disampaikan Ibu Gita. Tentu saja saya senang mendengarnya. Lebih cepat, lebih baik. Tanpa ada pemotongan sedikit pun. DI klausul reservasi memang dijelaskan untuk pembatalan bisa dikenakan biaya Rp 50.000. Bahkan uang yang sudah ditransfer tidak bisa dikembalikan jika ada pembatalan. Namun dalam kasus saya ini, sama sekali tidak ada pemotongan. Kesalahan terjadi karena adanya kesalahpahaman dan ketidaksingkronan kebijakan antara pihak hotel dan klikhotel.


Pukul 14:08 di hari yang sama (28 Juli), saya mendapatkan email bukti refund dari klik hotel. Dan, sorenya Pak Erick memberitahu refund saya sudah dilakukan. Wahh cepat sekali prosesnya, hanya hitungan jam saja. Saya sangat mengapresiasi layanan Klikhotel.

Sebagai bentuk permohonan maaf dari manajemen Klikhotel, saya mendapatkan Gift Voucher senilai Rp 50 ribu, expire date 28 Juli 2015. Saya jadi tambah salut dengan layanan klikhotel. Terima kasih Klikhotel, sepertinya saya akan menjadi klien setiamu..